Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengembangkan inovasi mesin produksi pakan terintegrasi bernama SIDECO (Simple Feeder Compact). Mesin ini dirancang untuk membantu peternak mengolah bahan pakan lokal menjadi pelet secara lebih praktis dan efisien.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Desa Binaan 2026 yang difasilitasi Kemdiktisaintek. Tim pengabdian masyarakat UMSIDA melibatkan dosen dan mahasiswa untuk merancang teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peternak di lapangan.
Prof. Hana Catur Wahyuni, MT., IPM menjelaskan, SIDECO menggabungkan beberapa tahapan pengolahan pakan dalam satu unit mesin. Mulai dari pencacahan bahan, pencampuran, hingga pencetakan menjadi pelet dilakukan dalam satu rangkaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsep SIDECO adalah mengintegrasikan beberapa proses pengolahan pakan dalam satu mesin, sehingga peternak tidak perlu menggunakan beberapa unit mesin secara terpisah," ujar Prof Hana, Jumat (14/8/2026).
SIDECO dilengkapi mesin pencacah, mesin pencampur, mesin pencetak pelet, coupling, serta mesin diesel berkekuatan 8,5 HP sebagai sumber penggerak. Seluruh komponen ditempatkan dalam satu rangka utama agar mesin lebih ringkas dan mudah digunakan.
Dalam prosesnya, bahan berupa rumput terlebih dahulu dicacah. Bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan pakan lainnya. Pada tahap pencampuran, peternak juga dapat menambahkan konsentrat cair sebelum bahan diteruskan ke mesin pencetak pelet.
Menurut Prof Hana, pengembangan SIDECO berangkat dari persoalan yang dihadapi peternak, khususnya dalam memanfaatkan bahan pakan yang tersedia di sekitar lingkungan peternakan.
"Teknologi tepat guna harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Kami mencoba membuat teknologi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kemampuan operasional peternak," jelasnya.
Penggunaan mesin diesel 8,5 HP menjadi salah satu pertimbangan dalam desain SIDECO. Dengan sumber tenaga tersebut, mesin dapat digunakan di lokasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan listrik.
Aspek keselamatan juga diperhatikan. Bagian transmisi yang menggunakan pulley dan V-belt dilengkapi pelindung. Operator juga diwajibkan mengikuti prosedur penggunaan dan memperhatikan keselamatan selama mesin beroperasi.
Kehadiran SIDECO diharapkan dapat mendorong peternak memanfaatkan bahan pakan lokal secara lebih optimal. Rumput dan bahan lainnya yang sebelumnya digunakan secara langsung dapat diolah menjadi pakan berbentuk pelet yang lebih seragam dan praktis dalam penanganan.
Prof Hana juga dosen Teknik Industri Umsida menambahkan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi teknologi perguruan tinggi agar hasil rekayasa tidak berhenti di lingkungan kampus.
"Harapannya, teknologi seperti SIDECO bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Jadi, inovasi perguruan tinggi tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi bisa memberikan manfaat langsung," pungkasnya.
