Harga Daging Sapi di Ponorogo Naik Terus Tembus Rp 150 Ribu

Harga Daging Sapi di Ponorogo Naik Terus Tembus Rp 150 Ribu

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 14 Agu 2026 10:30 WIB
Penjual daging di Pasar Legi Ponorogo
Penjual daging di Pasar Legi Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Harga daging sapi di Pasar Legi Ponorogo kembali mengalami kenaikan. Saat ini, harga daging sapi berada di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut membuat sejumlah pembeli mengurangi jumlah daging yang dibeli. Meski demikian, kebutuhan konsumsi keluarga membuat sebagian warga tetap membeli daging meski dalam jumlah lebih sedikit.

Salah satunya Siti Khotijah, warga Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Ia mengaku tetap membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan bekal anak sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya mau nggak mau, namanya kebutuhan sehari-hari. Buat anak sekolah, buat konsumsi harian," kata Siti saat ditemui di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

Siti mengatakan, salah satu anaknya tidak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, anaknya setiap hari membawa bekal dari rumah.

"Anak saya nggak pernah dapat MBG. Yang satu kerja, yang satu sekolah. Jadi setiap hari bawa nasi dari rumah, dari dulu SD sampai SMP," ujarnya.

Saat harga daging masih normal di kisaran Rp 120 ribu-Rp 125 ribu per kilogram, Siti biasanya membeli sekitar satu kilogram. Namun, ketika harga naik, jumlah pembelian disesuaikan dengan uang yang tersedia.

"Kalau sekarang harga naik, ya belinya secukupnya uang. Kadang setengah kilo. Yang penting anaknya makan bergizi dari rumah," tuturnya.

Sementara itu, penjual daging sapi di Pasar Legi, Tutik, warga Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo menyebut, harga daging saat ini sekitar Rp 140 ribu per kilogram. Harga tersebut meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp 120 ribu-Rp 130 ribu.

"Kemarin sebelumnya Rp 120 ribu, Rp 130 ribu. Setelah Lebaran Idul Adha sampai sekarang. Waktu Idul Adha sempat Rp 170 ribu per kilogram, sekarang sudah turun menjadi Rp 140 ribu," kata Tutik.

Menurutnya, harga ideal daging sapi berada di kisaran Rp 130 ribu per kilogram. Untuk daging kualitas super saat ini mencapai Rp 140 ribu per kilogram, sedangkan daging untuk rawonan sekitar Rp 120 ribu.

Kenaikan harga tersebut turut berdampak pada penjualan. Dalam kondisi normal, Tutik bisa menjual sekitar 30 kilogram daging sapi per hari. Namun, saat harga mahal, penjualannya turun menjadi sekitar 20 kilogram per hari.

"Kalau harga daging mahal, ya sepi pembeli. Biasanya sehari 30 kilogram habis. Sekarang sekitar 20 kilogram per hari," jelasnya.

Hal senada disampaikan pedagang daging sapi lainnya, Ardi Arganata, warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Ia menyebut harga daging sapi bahkan sempat menyentuh Rp 150 ribu per kilogram.

"Untuk harga sekarang puncaknya sampai Rp 150 ribu per kilogram. Dari setelah Hari Raya Idul Adha sampai sekarang sudah beberapa kali mengalami kenaikan," ungkap Ardi.

Ardi mengatakan, kenaikan harga tidak membuatnya berhenti menyediakan stok. Sebab, dia masih memiliki pelanggan tetap. Meski demikian, jumlah pembelian pelanggan ikut berkurang.

"Tetap berpengaruh. Biasanya pelanggan beli lebih banyak, sekarang dikurangi. Kalau yang biasanya ambil daging super, sekarang dicampur dengan yang rawon supaya harganya bisa lebih terjangkau," ujarnya.

Saat ini, harga daging super di lapaknya mencapai Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan daging rawonan sekitar Rp 125 ribu per kilogram.

Menurut Ardi, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga adalah ketersediaan sapi. Ia menyebut pasokan sapi di tingkat peternak mulai terbatas.

"Salah satunya kelangkaan sapi. Petani sekarang sudah pintar. Kalau ada sapi yang sakit atau mengalami insiden, petani bisa mengobati sendiri. Jadi tidak selalu diserahkan ke jagal," katanya.

Ardi menambahkan kondisi tersebut membuat rantai pasokan daging berubah. Peternak yang memiliki sapi dengan kondisi tertentu dapat langsung menjualnya kepada pedagang.

"Jadi sekarang petani bisa langsung jual ke pedagang. Itu salah satu yang membuat harga ikut berpengaruh," imbuhnya.

Meski harga tinggi, Ardi masih mampu menjual sekitar 50-70 kilogram daging sapi per hari karena memiliki pelanggan tetap. "Sehari hampir 50 sampai 70 kilogram," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads