Ledakan hebat mengguncang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Ledakan yang terjadi saat sejumlah teknisi memperbaiki instalasi gas elpiji itu disusul kebakaran besar hingga menyebabkan atap empat ruangan ambruk.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 13 orang berada di dalam SPPG saat ledakan terjadi. Lima orang terluka, terdiri dari tiga teknisi gas yang mengalami luka bakar serius serta dua relawan yang terluka setelah tertimpa reruntuhan plafon.
SPPG Mojokerto Puri Medali merupakan milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. SPPG tersebut berada di bangunan yang dikontrak dari pemilik gudang sepatu dan setiap harinya memasak sekitar 3.700 porsi makan bergizi gratis (MBG).
Ledakan Didahului Suara Gas Bocor
Satpam SPPG Mojokerto Puri Medali, Bagianto (62) mengatakan, sebelum ledakan terdengar suara gas seperti sedang bocor. Saat itu, tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama sedang memperbaiki masalah pada instalasi gas elpiji di depan ruang pemorsian.
Menurut Bagianto, sebelumnya persediaan gas baru saja diisi. Namun, gas disebut tidak keluar sehingga teknisi melakukan perbaikan.
"Kemarin habis diisi, mungkin ada kendala gasnya tidak keluar sehingga diperbaiki," jelasnya kepada wartawan di SPPG Mojokerto Puri Medali, Jumat (14/8/2026).
Bagianto yang saat kejadian berada di dalam kantor SPPG kemudian mendengar suara gas sebelum ledakan terjadi.
"Cuma sebelum ledakan saya dengar suara ngewes dulu (semacam suara gas elpiji bocor), lumayan besar, terus meledak itu tadi," terang Bagianto.
Ledakan hanya terjadi satu kali. Namun, suara dan daya ledaknya cukup kuat hingga mengagetkan warga di sekitar SPPG.
"Sebelum ledakan, suara gas bocor dulu, lalu meledak. Meledaknya satu kali, seperti barang jatuh, duar," jelasnya.
13 Orang Berada di Dalam SPPG
Saat kejadian, terdapat 13 orang di dalam bangunan SPPG. Mereka terdiri dari satu satpam, sembilan relawan bagian persiapan, serta tiga teknisi gas.
Sembilan relawan tersebut terdiri dari delapan perempuan dan satu laki-laki yang bekerja sebagai office boy (OB). Mereka sudah mulai melakukan persiapan sejak sekitar pukul 19.30 WIB untuk proses memasak MBG yang biasanya dimulai tengah malam.
Salah satu relawan, Robiatul Adawyah (33), saat itu berada di ruang persiapan bersama Maulin Nikmah (35) dan seorang relawan lainnya, Mamik Ideqa. Mereka sedang mempersiapkan bahan makanan.
Robiatul mengatakan, para relawan sebelumnya sudah mengetahui adanya teknisi yang sedang memperbaiki gas. Bahkan, seorang OB sempat mengingatkan mereka agar tidak terkejut.
"OB bilang habis ini jangan kaget, soalnya gasnya dicas. Setelah itu kok tidak bunyi-bunyi, katanya dicas dikit-dikit biar kami tidak kaget. Tiba-tiba saja dum, satu kali ledakan, api langsung besar," terang Robiatul kepada wartawan di IGD RSI Sakinah, Jumat (14/8/2026).
Relawan lainnya, Azizah, juga mengetahui adanya teknisi yang sedang memperbaiki instalasi gas sebelum ledakan.
"Kami sudah bekerja. Ada yang datang memperbaiki elpiji, mengisi elpiji, lalu meledak. Saya posisi di gudang," ungkap Azizah.
Simak Video "Video: Tak Hanya Santri, Siswa SD dan Sekolah Lain Juga Keracunan MBG di Jatim"
(abq/hil)