Fakta-fakta Buaya 4,5 Meter Bermunculan di Sungai Sidoarjo

Fakta-fakta Buaya 4,5 Meter Bermunculan di Sungai Sidoarjo

Amir Baihaqi - detikJatim
Kamis, 13 Agu 2026 08:40 WIB
Buaya raksasa muncul di Sungai Monodon Sidoarjo viral di media sosial.
Buaya raksasa muncul di Sungai Monodon Sidoarjo viral di media sosial. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Seekor buaya besar muncul di Sungai Monodon, Kelurahan Gebang, Sidoarjo. Hewan karnivora itu diperkirakan berukuran 4,5 meter sempat terekam kamera dan viral di media sosial.

Berikut fakta-fakta penampakan buaya tersebut:

1. Berukuran Hingga 4,5 Meter dan Viral di Media Sosial

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampakan buaya besar ini diperkirakan mencapai panjang 4,5 meter. Rekaman video yang memperlihatkan reptil raksasa tersebut mendadak tular dan menjadi perbincangan hangat warganet dalam sepekan terakhir.

"Sudah sekitar satu minggu yang lalu viralnya. Lokasinya di Sungai Monodon, masuk Kelurahan Gebang. Kalau mau ke lokasi memang harus pakai perahu," kata warga Kedungpeluk, Udin (32), kepada detikJatim, Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

2. Muncul di Sungai Monodon Gebang

Lokasi utama penampakan buaya berada di Sungai Monodon yang masuk dalam wilayah Kelurahan Gebang, Sidoarjo. Keberadaan buaya di lokasi ini dikonfirmasi oleh warga setempat sejak seminggu terakhir.

3. Akses Lokasi Hanya Bisa Ditempuh Perahu

Titik kemunculan buaya berada di area yang terisolasi dari jalur darat. Lokasi tersebut hanya dapat diakses menggunakan moda transportasi perahu, sehingga sebagian besar saksi mata merupakan pemancing, juru mudi perahu, atau warga yang melintas di perairan tersebut.

4. Sering Sembunyi dan Suka Berjemur Pagi Hari

Menurut keterangan warga, buaya tersebut tidak menentu muncul setiap hari. Reptil ini biasanya naik ke tepian atau tanggul sungai pada pagi hari saat matahari mulai terbit untuk berjemur. Buaya akan langsung menceburkan diri kembali ke air jika melihat ada perahu atau manusia yang mendekat.

5. Dua Ekor Buaya Kembali Terlihat di Sungai Kali Malang

Tak hanya di Sungai Monodon, penampakan buaya kembali terjadi pada Selasa (11/8/2026) pagi di Sungai Kali Malang yang mengarah ke Dusun Kepeting, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran. Seorang juru perahu melihat dua ekor buaya sekaligus-satu ekor berada di atas tanggul dan satu ekor lainnya mengapung di permukaan air saat mengantar peziarah menuju Makam Putri Dewi Sekardadu.

Iwan (38), warga Bluru Kidul, mengatakan dirinya melihat dua buaya tersebut ketika sedang mengantarkan warga dari luar daerah yang hendak berziarah ke Makam Putri Dewi Sekardadu menggunakan perahu.

"Kalau yang kemarin, Selasa pagi, ada dua ekor muncul di Sungai Kali Malang. Saya melihat satu di atas tanggul, satunya lagi ada di permukaan air," kata Iwan (38), warga Bluru Kidul.

6. Diduga Mencari Hangat atau Musim Kawin

Warga menduga intensitas kemunculan buaya ke permukaan dipicu oleh kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu udara yang dingin sehingga mendorong buaya naik ke daratan untuk berjemur, atau faktor perilaku alami seperti musim kawin.

"Kurang tahu kenapa akhir-akhir ini sering muncul. Apakah sedang musim kawin atau mungkin suhunya dingin sehingga buayanya ingin berjemur," ujar Udin.

7. Belum Ada Laporan Korban, Warga Tetap Waswas

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga yang menjadi korban serangan buaya. Meski demikian, para pemancing, penambang perahu, dan warga yang sering beraktivitas di sepanjang aliran sungai muara Sidoarjo diimbau untuk tetap waspada, terutama pada waktu pagi dan sore hari.



(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads