Penampakan buaya berukuran besar kembali membuat warga yang beraktivitas di perairan Sidoarjo waspada. Setelah buaya yang diperkirakan sepanjang 4,5 meter muncul di Sungai Monodon, Kelurahan Gebang, warga kembali melihat dua ekor buaya sekaligus di kawasan Sungai Kali Malang.
Penampakan buaya pertama disebut terjadi sekitar sepekan terakhir dan videonya viral di media sosial. Sehari sebelum laporan ini dibuat, Selasa (11/8/2026), dua buaya kembali terlihat ketika warga melintas menggunakan perahu di Sungai Kali Malang yang mengarah ke Dusun Kepeting, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.
Lokasi kemunculan buaya tersebut hanya dapat diakses menggunakan perahu sehingga warga yang melihatnya umumnya merupakan pemancing atau orang yang beraktivitas di sekitar sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Udin (32), warga Kedung Peluk, mengatakan kabar mengenai kemunculan buaya tersebut sudah beredar sekitar satu minggu dan sejumlah warga bahkan sempat melihat reptil itu secara langsung ketika berada di sungai.
"Sudah sekitar satu minggu yang lalu viralnya. Lokasinya di Sungai Monodon, masuk Kelurahan Gebang. Kalau mau ke lokasi memang harus pakai perahu," kata Udin kepada detikJatim, Rabu (12/8/2026).
Menurut Udin, buaya tersebut tidak setiap hari muncul ke permukaan dan biasanya terlihat pada pagi hari ketika matahari mulai muncul, saat reptil itu naik ke tepian sungai untuk berjemur sebelum kembali masuk ke air ketika mengetahui ada perahu atau pemancing mendekat.
"Biasanya pagi saat matahari muncul. Buayanya berjemur. Kalau ketahuan pemancing atau ada perahu lewat dekat situ, biasanya langsung kembali masuk ke sungai," ujarnya.
Warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Monodon disebut sudah mengetahui keberadaan buaya tersebut, tetapi kemunculannya yang tidak menentu membuat tidak semua orang dapat melihatnya secara langsung.
Juru mudi sekaligus pemilik perahu, Hidayat, membenarkan adanya kabar mengenai buaya yang belakangan disebut semakin sering terlihat di kawasan tersebut, termasuk informasi bahwa reptil itu pernah berada di atas tanggul sungai.
"Saya dapat kabar dari teman sesama pemilik perahu. Katanya memang sering muncul dan videonya juga sudah viral di media sosial," kata Hidayat.
Hidayat mengatakan dirinya sebelumnya cukup sering melihat buaya secara langsung ketika membawa perahu di kawasan tersebut, tetapi sepanjang Agustus ini dia belum melihat sendiri buaya berukuran besar yang videonya beredar di media sosial.
"Sebenarnya biasanya sering melihat sendiri. Tapi bulan ini belum pernah melihat langsung, meskipun kabarnya buaya sering muncul," pungkasnya.
Penampakan buaya kembali terjadi pada Selasa (11/8/2026) pagi, kali ini di kawasan Sungai Kali Malang yang mengarah ke Dusun Kepeting, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran. Dua ekor buaya terlihat bersamaan, satu berada di atas tanggul dan satu lainnya terlihat di permukaan air.
Iwan (38), warga Bluru Kidul, mengatakan dirinya melihat dua buaya tersebut ketika sedang mengantarkan warga dari luar daerah yang hendak berziarah ke Makam Putri Dewi Sekardadu menggunakan perahu.
"Kalau yang kemarin, Selasa pagi, ada dua ekor muncul di Sungai Kali Malang. Saya melihat satu di atas tanggul, satunya lagi ada di permukaan air," kata Iwan kepada detikJatim, Rabu (12/8/2026).
Iwan belum mengetahui secara pasti penyebab buaya belakangan lebih sering terlihat di sejumlah aliran sungai Sidoarjo. Ia menduga kemunculan tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan atau perilaku alami buaya, termasuk kemungkinan reptil tersebut sedang mencari suhu yang sesuai.
"Kurang tahu kenapa akhir-akhir ini sering muncul. Apakah sedang musim kawin atau mungkin suhunya dingin sehingga buayanya ingin berjemur," ujarnya.
Kemunculan buaya di sejumlah aliran sungai yang mengarah ke kawasan muara tersebut kemudian menjadi perhatian warga, terutama mereka yang menggunakan perahu untuk memancing, mengantar warga, maupun melakukan aktivitas lainnya.
Meski beberapa kali melihat kemunculan buaya berukuran besar, Iwan mengatakan sejauh ini belum mengetahui adanya warga yang menjadi korban serangan reptil tersebut. Kendati demikian, warga tetap merasa waswas karena ukuran buaya yang terlihat cukup besar dan kemunculannya terjadi di kawasan yang masih digunakan warga untuk beraktivitas.
"Kalau membahayakan warga sejauh ini tidak. Tapi warga tetap was-was kalau melihat buaya muncul," pungkasnya.
Warga yang beraktivitas menggunakan perahu di sejumlah aliran sungai tersebut diharapkan tetap berhati-hati, terutama pada pagi dan sore hari ketika buaya disebut lebih sering terlihat di permukaan air maupun sekitar tanggul.
