Marak Penipuan Loker, Walkot Eri Tegaskan Masuk Kerja di Pemkot Gratis!

Marak Penipuan Loker, Walkot Eri Tegaskan Masuk Kerja di Pemkot Gratis!

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 17:45 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Kasus penipuan dengan modus lowongan kerja (loker) di lingkungan Pemkot Surabaya terus bertambah. Setelah sebelumnya terungkap dua laporan, kini jumlah laporan yang masuk mencapai 10 kasus dengan kerugian korban mencapai puluhan juta rupiah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemkot Surabaya dengan meminta sejumlah uang. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan kerja di lingkungan pemerintah kota tidak dipungut biaya alias gratis.

"Karena itu saya berharap, orang Surabaya mulai hari ini tidak ada lagi di pemerintah kota itu bekerja yang membayar!" kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eri meminta warga segera melapor kepada Pemkot Surabaya apabila menemukan adanya pihak yang menawarkan pekerjaan dengan meminta bayaran.

"Jadi nyuwun (minta) tolong sekali lagi, kalau ada yang melaporkan itu atau menawarkan itu, tolong sampaikan ke pemerintah kota. Segera saya selesaikan secara hukumnya. Karena ini sudah gak karu-karuan ini," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, Pemkot Surabaya masih menelusuri apakah pelaku dalam kasus penipuan loker yang kembali muncul merupakan orang yang sama dengan dua oknum yang sebelumnya terungkap. Eri juga tak menutup kemungkinan adanya jaringan atau kelompok yang menjalankan modus tersebut.

"Saya berharap nanti kalau ada pemeriksaan di kepolisian gitu bisa, wes bongkar lah sampai atas-atas iki sopo sakjane (ini siapa sebenarnya) sih. Yang bawa siapa sih," tegasnya.

Eri menegaskan, akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pejabat atau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut. Ia memastikan oknum yang terbukti terlibat akan langsung dipecat, tanpa memandang jabatan.

"Saya pastikan kalau ada atasan terlibat dan itu ASN, saya pecat! Sudah! Saya pastikan saya pecat! Sampai di atas pun, ya saya pecat. Apakah itu nanti di level Kepala Dinas, di level Asisten, nang (di) level Sekda, apa di levelnya Kabid, ya saya pecat kalau terbukti ini," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads