Banyuwangi Gandeng ITS Perkuat Hilirisasi Sektor Perikanan

Banyuwangi Gandeng ITS Perkuat Hilirisasi Sektor Perikanan

Eka Rimawati - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 11:46 WIB
Banyuwangi Gandeng ITS Perkuat Hilirisasi Sektor Perikanan
Banyuwangi gandeng ITS perkuat hilirisasi sektor perikanan/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PW IKA ITS Jawa Timur untuk memperkuat inovasi teknologi serta mengembangkan potensi maritim dan sektor perikanan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong hilirisasi sehingga produk perikanan masyarakat memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani di Surabaya, Selasa (11/8/2026), bersama Kabupaten Nganjuk, Lamongan, dan Kota Pasuruan. Kerja sama mencakup penguatan ketahanan pangan, sektor perikanan, serta optimalisasi potensi maritim melalui pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.

Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana, Dr Ir Machsus mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia merupakan negara kepulauan. Sumber daya kelautan yang ada di dalamnya itulah yang perlu kita eksplorasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa ini," ujar Machsus.

ADVERTISEMENT

Menurut Machsus, ITS sejak awal memiliki perhatian terhadap sektor kelautan dan kemaritiman. Hal itu tidak lepas dari amanat Presiden Soekarno yang menjadikan ITS sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki fokus pada bidang tersebut.

"Untuk itu perlu kolaborasi bersama, bagaimana ke depan bisa mengawal kemajuan kemaritiman di Indonesia ini. Sehingga segala potensi yang ada bisa kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa, terutama untuk kemakmuran Jawa Timur," tambahnya.

Ketua Umum PW IKA ITS Jatim Eri Cahyadi mengatakan, perguruan tinggi dan alumni perlu hadir memberikan solusi berbasis teknologi untuk menjawab persoalan di daerah, termasuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan.

Ia mencontohkan, pemanfaatan teknologi pengering ikan serta penerangan yang dapat membantu nelayan dalam mengumpulkan ikan sehingga hasil tangkapan dapat meningkat.

"IKA ITS harus hadir memberikan pendampingan dan memanfaatkan keunggulan teknologi untuk membantu wilayah-wilayah di Jawa Timur," kata Eri sekaligus Wali Kota Surabaya ini.

Eri menambahkan, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak hanya penting untuk pengembangan sektor perikanan, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Banyuwangi Punya Garis Pantai 175,8 Kilometer

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kerja sama tersebut karena sesuai dengan potensi daerah yang memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer dan sektor perikanan yang cukup besar.

"Bagi Banyuwangi, ini menjadi nilai tambah untuk menggandeng ITS, terutama dalam pengembangan sektor perikanan," ujar Ipuk.

Ipuk mengatakan, sebagian nelayan di Banyuwangi masih menggunakan pola tradisional sehingga membutuhkan penguatan teknologi, penelitian, pengolahan, hingga hilirisasi produk perikanan agar hasil tangkapan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Menurut dia, kolaborasi dengan ITS diharapkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan dan inovasi yang bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan nelayan.

"Mudah-mudahan kerja sama ini berdampak pada peningkatan produk perikanan. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia juga bisa dikolaborasikan," kata Ipuk.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga diisi forum strategis nasional dengan menghadirkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nasional (Persero) Kharisma Febriansyah, serta profesor dari ITS sebagai pemateri.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads