Luas Karhutla Bromo Nyaris 900 Hektare, Masih Ada Api yang Menyala!

Luas Karhutla Bromo Nyaris 900 Hektare, Masih Ada Api yang Menyala!

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 11 Agu 2026 14:25 WIB
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). Upaya pemadaman di kawasan terdampak dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan mengerahkan tiga helikopter, tujuh mobil pemadam kebakaran, drone dan sementara luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 520 hektare dan masih dalam proses pendataan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr
Kebakaran di TNBTS meluas. Upaya petugas padamkan api terus dilakukan. (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Malang -

Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sudah mencapai hampir 900 hektare. Hingga Selasa (11/8/2026), Satgas Gabungan masih berjuang menaklukkan api dengan fokus pada pemadaman sisa-sisa titik api aktif yang tersebar di sejumlah wilayah.

Meski perluasan api secara umum sudah berhasil dikendalikan, petugas di lapangan belum bisa bernapas lega. Medan yang terjal, vegetasi kering, hingga tiupan angin kencang membuat kobaran api di sejumlah titik masih menyala dan rentan meluas jika tidak segera diintervensi.

Komandan Sektor Penanganan Karhutla TNBTS sekaligus Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengungkapkan bahwa kebakaran sejak 3 Agustus 2026 itu diperkirakan telah melahap lahan seluas 899,35 hektare. Tim gabungan kementerian, lembaga, TNI/Polri, Pemda hingga relawan fokus mengepung titik api yang masih tersisa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fokus intervensi saat ini menyisakan titik api aktif, yaitu di Watangan seluas 817,342 hektare, Argowulan 25,393 hektare, serta kawasan Dingklik, Pakis Bincil, dan Mungal seluas 56,65 hektare," kata Wahyu kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Upaya pemadaman dari udara (water bombing) juga menemui tantangan berat. Selain faktor angin kencang di musim kemarau, kabut tebal kerap mendadak turun dan membatasi jarak pandang visual para pilot helikopter.

ADVERTISEMENT

"Hari ini kami mengoptimalkan dua unit helikopter untuk water bombing dari sebelumnya tiga unit, menyesuaikan dengan dinamika cuaca dan visual pilot di lapangan. Prioritas kami adalah memutus jalur rambatan agar tidak meluas ke area vegetasi baru," jelasnya.

Untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala (re-ignition), Posko Terpadu di bawah pimpinan Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto, merancang strategi penanganan intensif.

Langkah ini mencakup patroli terpadu secara berkala, penyiagaan personel gabungan (stasioning) di titik-titik rawan, hingga manajemen informasi publik. Walaupun proses pemadaman titik api masih berlangsung ketat di beberapa sektor, Wahyu memastikan situasi di kawasan wisata utama Gunung Bromo saat ini tetap relatif aman dan kondusif.

Operasi penanggulangan pun terus digelar secara terintegrasi lintas wilayah di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads