Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum bisa melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Gunung Bromo. Penyebabnya tidak ada awan di sekitar lokasi yang memenuhi syarat untuk penyemaian.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat di Trenggalek mengatakan saat ini pemerintah melalui BMKG terus melakukan pemantauan cuaca di sekitar Gunung Bromo.
"Modifikasi cuaca tidak memungkinkan saat ini karena tidak ada awan yang memungkinkan untuk dijadikan hujan," kata Emil, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan untuk mengatasi semakin meluasnya dampak karhutla. Vegetasi yang kering menjadi rawan terbakar dan mudah merembet kemana-mana.
"Pemerintah saat ini memfokuskan penanganan di sejumlah titik, termasuk kawasan puncak B29 dan B30," jelasnya.
Proses penanganan karhutla dilakukan dengan berbagai peralatan helikopter, drone, mobil tangki hingga peralatan manual. Tim gabungan juga membuat jalur pembatas agar api tidak semakin meluas.
Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan, meskipun OMC belum dilakukan di kawasan Bromo, pemerintah melalui BMKG telah menyiagakan pesawat dan aemada untuk mengantisipasi kondisi atmosfer memungkinkan untuk penyemaian.
Pemerintah berharap kondisi kebakaran di Bromo dapat segera dikendalikan dan tidak meluas, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata utama Jawa Timur sekaligus kawasan yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.
Di sisi lain pihaknya menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam menerapkan kebijakan penutupan maupun pembukaan kawasan Bromo.
Lanjut dia, meskipun kawasan Bromo terjadi karhutla, tidak seluruh destinasi wisata ditutup total. Sejumlah titik wisata masih dapat dikunjungi wisatawan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan.
"Penutupan pariwisata ini juga dilakukan secara strategis, tidak asal tutup. Yang di wilayah inti TNBS-nya," imbuhnya.
Sejumlah destinasi di luar wilayah inti yang terdampak masih dapat diakses. Salah satunya Seruni Point, termasuk kawasan jembatan kaca, yang hingga kini masih memungkinkan untuk dikunjungi.
