Kata Hasto Soal Survei Kepuasan Presiden Prabowo Subianto

Kata Hasto Soal Survei Kepuasan Presiden Prabowo Subianto

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 10 Agu 2026 19:45 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat mengunjungi Rumah HOS Cokroaminoto, Surabaya
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat mengunjungi Rumah HOS Cokroaminoto, Surabaya (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto buka suara soal kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Prabowo Subianto yang menurun. Menurut Hasto, survei sifatnya temporer dan menjadi bahan evaluasi.

"Survei ini kan temporer. Ini hanya memotret dalam persepsi publik ketika survei itu dilakukan. Tapi diperbolehkan menjadikan survei tersebut sebagai alat untuk melakukan evaluasi, merancang suatu strategi," ujar Hasto disela kunjungannya di Rumah HOS Cokroaminoto, Surabaya, Senin (10/8/2026).

Hasto menilai hasil survei tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kinerja pemerintah, tetapi dapat menjadi alarm untuk melakukan evaluasi dan koreksi kebijakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasto mengatakan survei pada dasarnya hanya merekam persepsi masyarakat pada periode tertentu. Menurutnya, hasilnya bersifat temporer dan sangat dipengaruhi kondisi ketika survei dilakukan.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Hasto tetap mengingatkan pemerintah agar terus melakukan perbaikan dalam berbagai program unggulan agar kepuasan masyarakat bisa meningkat kembali. Sebab, pemerintahan harus bisa membuat kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

"Tapi kalau pemerintahan negara ini kan tanggung jawab yang melekat dengan masa depan. Sehingga dengan survei itu juga kami harapkan ya semua dapat melakukan langkah-langkah koreksi kebijakan," katanya.

Hasto kemudian menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu contoh kebijakan yang perlu terus dievaluasi. Menurutnya, program tersebut dapat memperoleh persepsi negatif apabila dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai persoalan, termasuk dugaan penyimpangan dan kasus korupsi.

"Contoh dari survei itu kan makan bergizi gratis misalnya, akan dipersepsikan di dalam tata pelaksanaannya banyak penyimpangan, ada kasus korupsi. Itulah yang harus dilakukan perbaikan," tegasnya.

Hasto menilai persoalan tersebut tidak cukup direspons dengan melihat angka survei semata. Pemerintah perlu menjadikan berbagai persepsi publik sebagai bahan untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan kebijakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di sisi lain, Hasto menegaskan PDIP akan tetap menjalankan perannya sebagai partai politik yang mengklaim memiliki basis perjuangan pada kepentingan rakyat kecil. Menurutnya, hasil survei tidak akan mengubah arah politik PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih itu justru akan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.

"PDI Perjuangan dengan survei tersebut tetap menetapkan dirinya sebagai partai yang memiliki sejarah dengan pemikiran legasi dengan Bung Karno, partai wong cilik. Nah, kami terus bergerak memperkuat akar rumput," pungkasnya.



(faa/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads