Kepala Bakom Yakin Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo 80 Persen Lagi

Kepala Bakom Yakin Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo 80 Persen Lagi

Faiq Azmi - detikJatim
Selasa, 28 Jul 2026 19:00 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari buka suara soal survei kepuasan publik yang menurun terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Qodari menyatakan pemerintah menerima segala kritik dan masukan.

"Jadi begini yang namanya survei itu dia potret opini publik, dia dinamis. Bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti dilaporkan SMRC itu 80 persen sekarang 50 persen, ya Insya Allah nanti 80 persen lagi," kata Qodari usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026).

"Tentu kita tunggu riset-riset yang lain yang bisa dijadikan sebagai perbandingan. Karena sesungguhnya kalau kita melihat fundamental ekonomi sangat bagus," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Qodari tren pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sangat baik. Sejumlah indikator menunjukkan ekonomi Indonesia terus bertumbuh.

ADVERTISEMENT

"Pertumbuhan ekonomi 5 persen lebih, 5,6 persen. Kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen. Saya dapat informasi dari Ketua LPS, Pak Anggito Abimanyu, bahwa tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat masih berlangsung. Jadi, indikator-indikator ekonomi juga semua bagus," terangnya.

"Secara politik juga kita sangat kokoh. Koalisinya besar, semua mendukung program-program dari Bapak Presiden. Dan kita lihat per hari ini bagaimana apa yang direncanakan dan dicita-citakan menjadi kenyataan, begitu," lanjutnya.

Qodari menambahkan berbagai target dari Presiden Prabowo mulai membuahkan hasil nyata di pertengahan tahun 2026 ini.

"Jadi, kita harusnya dengan realisasi, dengan capaian-capaian yang sudah begitu banyak mulai dari swasembada pangan, tingkat kesejahteraan petani yang meningkat, kemudahan untuk bisa mendapatkan pupuk, kampung nelayan, berbagai macam program bantuan kepada masyarakat harusnya tingkat dukungan itu sangat-sangat tinggi," katanya.

"Jadi kita lihat perkembangan ke depan. Tapi kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja," tandasnya.



(faa/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads