Dua Heli Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Bromo

Dua Heli Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Bromo

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 10 Agu 2026 11:51 WIB
Heli mengangkut air dari Ranupani untuk melakukan water bombing di titik kebakaran.
Heli mengangkut air dari Ranupani untuk melakukan water bombing di titik kebakaran. (Foto: Istimewa)
Malang -

Hampir sepekan kebakaran lahan dan hutan di kawasan Gunung Bromo belum juga padam. Kebakaran semakin meluas hingga wilayah Penanjakan, Kabupaten Pasuruan. Dua helikopter disiapkan mendukung operasi water bombing.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menegaskan bahwa Kabupaten Malang tidak menjadi wilayah terdampak karhutla Gunung Bromo. Titik api diketahui masih terlihat di wilayah Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

"Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan, Pasuruan," ujar Sadono kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Kabupaten Malang, total wilayah terdampak kebakaran terjadi sejak 3 Agustus 2026 lalu mencapai 520 hektare dengan jenis vegetasi yang dilahap api adalah cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.

ADVERTISEMENT

Sadono mengatakan, operasi pemadaman jalur udara dengan water bombing hari ini telah disiapkan. Dua unit helikopter milik BNPB dikerahkan untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau jalur darat.

"Hari ini, melanjutkan upaya water boombing dengan 2 unit heli milik BNPB. Sementara tim darat melaksanakan pemantauan dan pemetaan titik api," bebernya.

Tiga helikopter BNPB dikerahkan bergantian sejak Minggu (9/8/2026) untuk mendukung operasi water bombing. Total akan ada 42 rit dalam 7 sortie yang akan dilaksanakan dengan menjatuhkan total sebanyak 108 ribu liter air.

"Operasi water boombing dilaksanakan dengan 3 unit Heli dari BNPB diatur bergantian mengikuti SOP penerbangan, dengan total 42 Rit 7 Sortie atau 108.000 liter," terang Sadono.

Total air yang dijatuhkan hingga Minggu mencapai 144.800 liter. Selain udara, tim darat juga membuat sekat bakar dan membasahi bara api.

Di Kabupaten Malang, kondisi relatif aman karena tidak ada bara api. Namun, bara masih menyala di Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads