Alasan Belum Dilakukannya Modifikasi Cuaca di Kawasan Bromo

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 09 Agu 2026 19:30 WIB
Wagub Emil pantau kebakaran Gunung Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran yang melanda kawasan lahan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Senin (3/8) lalu telah mencapai 500 hektare. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tidak menampik adanya keinginan Pemprov Jatim untuk melakukan modifikasi cuaca dengan mematangkan awan di kawasan Bromo agar turun hujan.

Namun, Emil menyebut kondisi awan di kawasan TNBTS tidak memungkinkan untuk dilakukan modifikasi cuaca agar turun hujan.

"Angin tidak bisa dimodifikasi, sayangnya. Yang bisa dimodifikasi cuaca itu biasanya adalah memindahkan hujan misalnya. Atau kemudian kalau memang ingin mengatasi kebakaran, ya pakai tekniknya namanya water bombing," kata Emil kepada detikJatim, Minggu (9/8/2026).

"Jadi kalau modifikasi cuaca menciptakan hujan mungkin ya, itu saat ini terus terang belum menjadi fokus kita, gitu. Karena awan-awan yang bisa disemai untuk menjadi hujan ini juga belum teridentifikasi," tambahnya.

Emil menyebut modifikasi cuaca untuk turun hujan memerlukan awan yang matang.

"Kita butuh awan yang cukup matang untuk kemudian disemai. Nah, di atas ini meskipun di Malang itu ada awan, tapi harus ada awan-awan di sekitar sini yang kemudian dibuat supaya dia bisa hujan. Nah, ini kondisi belum ada saat ini, jadi fokusnya water bombing," bebernya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menegaskan Pemprov Jatim bersama BNPB dan semua pihak terkait akan bekerja keras untuk segera memadamkan api di kawasan Bromo agar tidak merembet ke pemukiman warga.

"Ini sudah dipetakan radiusnya, lingkarnya. Ini memang titik-titik yang rawan kepada warga ini ada satu titik di B29, itulah yang disiagakan lebih banyak. Tapi belum sampai ke evakuasi warga karena masih cukup berjarak. Tetapi selalu ada pantauan 24 jam untuk memastikan bahwa warga ini juga siaga dan siap evakuasi," tegasnya.

"Mereka sudah punya titik-titik evakuasi di sini. Kalau yang di sekitar Puncak B29 tentu ada kerabat-kerabat mereka yang berkediaman lebih jauh lagi dari titik-titik rawan. Tetapi saya sampaikan sekali lagi, hasil pantauan rekan-rekan di lapangan ini belum pada titik evakuasi, tapi sudah disiagakan jalur evakuasinya," tandasnya.



Simak Video "Video: Kebakaran Kaldera Bromo Berhasil Dipadamkan, Petugas Masih Lakukan Pendinginan"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork