Warga Tulungagung Gelar Lomba Balap Perahu Dayung Rayakan HUT RI

Warga Tulungagung Gelar Lomba Balap Perahu Dayung Rayakan HUT RI

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 19:50 WIB
Balap Perahu Dayung Kembali Bergeliat di Tulungagung
Balap Perahu Dayung Kembali Bergeliat di Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Semarak Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Tulungagung. Warga beramai-ramai menggelar lomba balap perahu dayung tradisional.

Sorak sorai penonton langsung pecah saat klub perahu dayung saling beradu kecepatan untuk menuntaskan lintasan di Sungai Ngrowo, Kelurahan Botoran, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Ketua panitia lomba, Agus Suyudi mengatakan lomba yang digelar untuk menyemarakkan hari kemerdekaan ini diikuti oleh 43 tim dari berbagai kelurahan di Kecamatan Tulungagung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi paling banyak dari Botoran. Awalnya kami sempat pesimistis apakah ada yang daftar, ternyata banyak," kata Agus Suyudi, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, even balap perahu dayung dulu sempat digelar di kelurahan lain. Namun, selama bertahun-tahun vakum, akhirnya kelurahannya berusaha menghidupkan kembali perlombaan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Perahunya ini kami pinjam dari Kelurahan Sembung yang dulu merupakan bantuan di masa Pak Bupati Heru Tjahjono," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, penyelenggaraan perlombaan ini sengaja dipilih karena dinilai bisa menambah kekompakan di antara masyarakat, sekaligus minim risiko perselisihan.

"Kalau sepak bola pasti akan gaprukan dan rawan ricuh," imbuhnya.

Tak hanya itu balap perahu dayung tersebut juga sekaligus membuka sejumlah peluang untuk memanfaatkan aliran Sungai Ngrowo sebagai destinasi wisata baru.

"Kalau jadi destinasi wisata secara otomatis kita semua akan ikut menjaga sungai agar bersih," jelasnya.

Agus menambahkan pada babak penyisihan pihaknya masing-masing tim melaju secara bergantian dan dilakukan pencatatan waktu. Sementara itu pada babak selanjutnya berlaku sistem gugur dengan mengadu kecepatan dua tim secara bersama-sama.

Menurutnya meskipun berlangsung sederhana, lomba tersebut berlangsung cukup meriah. Masyarakat berbondong-bondong ke daerah aliran Sungai Ngrowo untuk menyaksikan pertandingan.

"Yang menarik itu persiapan lomba ini hanya satu bulan. Jadi masing-masing tim ke sini tiap hari ke sini latihan pakai dua perahu ini," jelasnya.

Pihaknya berharap even lomba dayung tradisional bisa digelar secara rutin setiap tahun sekali.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads