Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya surat instruksi penolakan terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Surat yang dikeluarkan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasembon tersebut memicu sorotan publik usai diunggah oleh akun Instagram @rifkyjafarthalib.official.
Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur, Prof Biyanto buka suara. Menurutnya, pihak kampus harus memberikan alternatif lain ke mahasiswa.
"Menurut saya sebagai bagian dari cara yang elegan untuk menghormati faham keagamaan dan local wisdom di desa Kasembon, Malang, sebaiknya kampus mencarikan alternatif pengabdian mahasiswa di desa lain," kata Prof Biyanto saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (8/8/2026).
Prof Biyanto menyebut, lokasi KKN bagi mahasiswa harus dipastikan mendapat persetujuan dan dukungan dari warga di lokasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Sebab kalau memaksakan ber-KKN di tempat yang tokoh-tokoh agamanya sudah resisten sejak awal tentu pengabdian yang akan dilakukan tidak maksimal. Meski saya yakin penolakan itu tidak mencerminkan sikap keseluruhan warga desa," tegasnya.
Selain itu, Prof Biyanto menyebut tokoh-tokoh desa harus melakukan sosialisasi kepada warga apabila wilayahnya hendak dijadikan lokasi KKN mahasiswa.
"Maka, pada konteks ini aparat desa juga berkewajiban untuk melakukan gerakan pendidikan dan penyadaran pada warga desa dan dialog dengan tokoh-tokoh agama di desa agar tidak melakukan tindakan yang memicu kegaduhan. Yang penting didorong tentu kesiapan untuk hidup dalam suasana yang berbeda. Sebab perbedaan itu sebuah keniscayaan. Dalam agama disebut, perbedaan itu sunatullah," jelasnya.
"Insiden tersebut penting menjadi pelajaran pada siapapun dan organisasi manapun. Apalagi penolakan itu dalam bentuk edaran surat resmi yang potensial diviralkan masyarakat," tambahnya.
"Ke depan, pihak kampus harus lebih intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk menyiapkan pengabdian mahasiswa dalam bentuk KKN agar berlangsung dengan baik," tandasnya.
Simak Video "Redtalks: Diskusi Inspiratif Lintas Generasi"
(auh/hil)