Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya surat instruksi penolakan terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Surat yang dikeluarkan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasembon tersebut memicu sorotan publik usai diunggah oleh akun Instagram @rifkyjafarthalib.official.
Surat instruksi tertanggal 5 Agustus 2026 yang dikeluarkan oleh MWCNU Kasembon ditujukan kepada seluruh badan otonom (Banom) dan lembaga di bawah naungannya. Dalam surat itu pengurus menginstruksikan agar warga Nahdliyin tidak melibatkan mahasiswa KKN UMM dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan.
"Kami pengurus MWCNU Kasembon menginstruksikan kepada semua jajaran ketua dan pengurus BANOM dan lembaga MWCNU Kasembon di semua tingkatan (khususnya di tingkat anak ranting) imbauan untuk tidak menerima keikutsertaan KKN dari UNMU (UMM) yang ingin bergabung dengan kegiatan warga Nahdliyin, mengisi kegiatan TPQ, Madin, pengajian, yasinan, tahlil, istighosah, dan lain-lain yang dilaksanakan oleh warga NU, dengan alasan apapun," bunyi instruksi dalam surat tersebut, dikutip detikJatim, Jumat (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena aqidah dan bendera kita dengan mereka jelas-jelas berbeda. Demikian surat instruksi ini kami sampaikan, dan mohon dilaksanakan sesuai dengan arahan dari kami, atas kerjasamanya kami haturkan terima kasih," lanjut petikan surat viral tersebut.
UMM Sebut Penolakan Itu Hanya Ulah Oknum
Merespons kabar viral tersebut, pihak UMM menegaskan bahwa instruksi penolakan tersebut bersifat sepihak dan hanya berasal dari segelintir orang, tidak mencerminkan sikap mayoritas warga Kasembon. Pihak kampus langsung berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk meluruskan kesalahpahaman.
Arina menyampaikan bahwa usai koordinasi dan proses tabayyun dilakukan, sebagian pihak yang sempat menolak kini telah memahami situasi.
"Penolakan itu sepihak, hanya sebagian orang kecil, tidak keseluruhan masyarakat. Kami tetap berbuat kebaikan dan berkegiatan. Bahkan, adik-adik mahasiswa juga tetap ikut tahlilan di sana. Warga NU di sana hari ini juga tetap meminta program penyuluhan pupuk dari mahasiswa, dan langsung kami siapkan," beber Arina.
KKN Dipastikan Tetap Berjalan hingga Tuntas
Dari hasil mediasi bersama pihak PCNU Kasembon, dipastikan seluruh program kerja KKN mahasiswa UMM di wilayah tersebut tetap berlanjut secara kondusif dengan pendampingan langsung dari pengurus NU setempat.
"Setelah mendapat informasi adanya surat tersebut, kami dari kampus langsung berkoordinasi dengan PCNU Kasembon dan alhamdulillah kegiatan adik-adik tetap berjalan dengan baik. Namun, tetap didampingi pihak PCNU Kasembon. Tentunya, kami akan terus berupaya berbuat kebaikan," pungkas Arina.
Pihak UMM juga memastikan insiden serupa hanya terjadi di satu titik di wilayah Kasembon dan tidak ditemukan di lokasi KKN lainnya. Kegiatan KKN yang diikuti para mahasiswa ini sudah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan dipastikan akan terus berjalan sesuai jadwal hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
(auh/dpe)
