Pemadaman listrik cukup lama di wilayah Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk membuat peternak koi di wilayah setempat cemas, Sabtu (8/8/2026). Ikan-ikan hias sempat kelimpungan.
Salah satu peternakan koi yang terdampak pemadaman listrik itu berada di Perumahan Puri Mangundikaran D1/8 Nganjuk. Di sini, ada sekitar 200 ekor koi siap jual yang diternak.
"Sejak jam setengah sebelas tadi listrik sudah padam. Dari pengumuman, sampai pukul empat sore," ungkap Syarwani, bos peternakan koi tersebut ditemui detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Sidoarjo yang sudah menetap di Nganjuk ini menyebut, koi yang berada di kolamnya sudah sempat kelimpungan. Di tengah rasa cemasnya, dia kemudian melihat panduan manual melalui YouTube untuk mengatasi, agar koinya tetap hidup.
"Ikan sempat kelimpungan karena kekurangan oksigen. Karena mesin pompa air dan airator (oksigen) mati semua. Akhirnya saya pakai cara manual untuk menyelamatkan ikan-ikan saya. Dan ini membutuhkan tenaga dan biaya ekstra," beber Syarwani.
Dia terpaksa menggunakan cara manual tersebut, agar koi senilai Rp 60 juta yang diternaknya bisa tetap bertahan hidup. Apalagi dia tidak mendapatkan solusi apapun dari PLN, meski sudah melakukan komplain.
"Saya kecewa terhadap PLN. Karena tidak pernah memberikan solusi kepada pengusaha koi seperti saya ini dan UMKM lainnya, bila terjadi pemadaman listrik. Sementara kita bayar tarif listrik tidak pernah telat," ungkap Syarwani.
Menurut Syarwani, dalam konfirmasinya ke PLN, pemadaman kali ini terjadi karena ada aktivitas pemeliharaan dan pemasangan travo.
"10 tahun saya menggeluti dunia koi di Nganjuk, baru kali pemadaman listrik dengan waktu yang cukup lama. Saya berharap ini tidak terjadi lagi ke depannya," pungkasnya.
