Khofifah Optimalkan Water Bombing dan Drone Padamkan Kebakaran Bromo

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 11:20 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau penanganan kebakaran Gunung Bromo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh upaya pemadaman berjalan optimal melalui kolaborasi lintas instansi, mulai dari operasi darat, water bombing menggunakan helikopter, hingga pemanfaatan drone untuk memantau sekaligus membantu pemadaman titik api di lokasi yang sulit dijangkau.

Didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto dan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja, Gubernur Khofifah menyisir langsung area terdampak kebakaran yang hingga Jumat pagi tercatat telah menghanguskan sekitar 176 hektare lahan di kawasan Gunung Bromo.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyaksikan langsung pengoperasian drone water bombing yang digunakan untuk membantu pemadaman pada medan yang sulit dijangkau sekaligus memantau persebaran titik api agar personel di lapangan dapat menentukan strategi pemadaman secara lebih efektif.

Khofifah memastikan, seluruh personel gabungan terus bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan operasi pemadaman melalui jalur darat maupun udara.

Berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, relawan pecinta hutan dan gunung, hingga masyarakat sekitar dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi.

"Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pencinta hutan, pencinta gunung di sekitaran Bromo semua punya peran yang luar biasa, TNI/ Polri juga mengerahkan pasukannya. Support mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses recovery," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, kebakaran mulai terdeteksi pada Senin (3/8) dengan luas sekitar 7,9 hektare. Namun, dalam beberapa hari berikutnya api terus meluas hingga mencapai 44 hektare, dan berdasarkan perkembangan terakhir pada Jumat pagi luas area terdampak mencapai sekitar 176 hektare.

Melihat perkembangan tersebut, sejak hari kedua kebakaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter.

"Sejak hari kedua saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing. Alhamdulillah mulai hari Jumat (7/8) helikopter dari Kalimantan Tengah sudah tiba dan mulai mendukung proses pemadaman," katanya.

Selain helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat dengan penggunaan drone water bombing yang memiliki kapasitas angkut air sekitar 100 hingga 150 liter setiap penerbangan. Menurut Khofifah, kombinasi operasi darat, helikopter, dan drone diharapkan mampu mempercepat pengendalian api.



Simak Video "Video: Kebakaran Kaldera Bromo Berhasil Dipadamkan, Petugas Masih Lakukan Pendinginan"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB