Lahan Terbakar di Bromo Sudah Capai 127 Hektare!

Lahan Terbakar di Bromo Sudah Capai 127 Hektare!

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 07 Agu 2026 20:30 WIB
Drone Water Spray turut dikerahkan untuk memadamkan api kebakaran hutan di Bromo.
Drone Water Spray turut dikerahkan untuk memadamkan api kebakaran hutan di Bromo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali meluas. Titik api baru muncul di wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data sementara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), luas kawasan yang terbakar hingga Jumat (7/8/2026) sore mencapai 127 hektare, angka ini masih bisa bertambah.

Petugas gabungan yang terdiri dari BB TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI, Polri, Manggala Agni, serta para relawan terus berjibaku memadamkan kobaran api yang masih berlangsung di kawasan Bromo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Api dilaporkan terus merembet ke arah utara Bromo. Kondisi angin yang cukup kencang, suhu udara yang panas, serta vegetasi yang mengering membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke kawasan savana dan semak belukar.

ADVERTISEMENT

Berbagai upaya pemadaman dilakukan di lapangan, mulai dari penyiraman menggunakan mobil pemadam kebakaran dan truk tangki air hingga pemadaman manual menggunakan gebyok untuk memutus jalur rambatan api.

Namun, proses pemadaman menghadapi tantangan berat. Medan berupa tebing curam dan lereng pegunungan menyebabkan banyak titik api tidak dapat dijangkau oleh petugas darat.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Provinsi Jawa Timur mengerahkan drone water spray berkapasitas 150 liter air. Selain itu, sebuah helikopter water bombing berkapasitas satu ton juga disiagakan untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan sejumlah kawasan wisata, termasuk Lembah Watangan dan Padang Savana, masih ditutup sementara demi mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.

"Penutupan masih diberlakukan karena jalur tersebut menjadi akses utama mobilisasi pemadaman dan pengiriman peralatan. Selain itu, kami juga mengutamakan keselamatan pengunjung apabila kebakaran meluas. Luas area yang terbakar hingga perhitungan tadi malam mencapai 127 hektare, dan saat ini fokus pemadaman masih dilakukan pada titik api yang belum padam," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Pada hari ini, operasi helikopter water bombing direncanakan difokuskan untuk memadamkan titik api yang berada di atas tebing serta lokasi yang sulit dijangkau petugas darat.

Meski demikian, pemadaman melalui jalur udara masih terkendala kondisi cuaca. Angin kencang di kawasan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, yang menjadi lokasi pengambilan air, membuat operasi helikopter belum dapat dilakukan secara optimal.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads