Kata Gubernur Khofifah Soal Kebakaran Bromo yang Kian Meluas

Kata Gubernur Khofifah Soal Kebakaran Bromo yang Kian Meluas

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 07 Agu 2026 21:45 WIB
Gubernur Khofifah saat meninjau kebakaran Bromo
Gubernur Khofifah saat meninjau kebakaran Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa luas area terdampak kini mencapai sekitar 176 hektare, meningkat signifikan sejak awal kejadian yang semula terkonfirmasi 7,9 hektare, kemudian berkembang menjadi 44 hektare, 51 hektare, hingga akhirnya mencapai angka terbaru tersebut.

"Ini kita kembali mengalami musibah ya. Kebakaran di Bromo awal itu terkonfirmasi 7,9 hektare, besoknya menjadi 44, jadi 51, sampai tadi pagi 176 hektare," ujar Gubernur Jatim saat ditemui di lokasi hutan Gunung Bromo terbakar. Jumat (7/8/2026).

Sejak hari kedua kejadian, tepatnya hari Selasa, Gubernur mengaku telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mempercepat bantuan penanganan, termasuk permintaan helikopter waterbombing berkapasitas besar hingga 1.000 liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya sejak hari kedua saya sudah koordinasi dengan BNPB, Pak Sekda juga sudah bersurat untuk dibantu heli yang memiliki kekuatan bisa melakukan waterbombing sampai 1000 liter," jelasnya.

Satu unit helikopter bantuan dari Kalimantan Tengah telah tiba dan mulai dioperasikan. Helikopter tersebut sebelumnya bergerak dari Palangkaraya menuju Pangkalan Bun, kemudian ke Bandara Juanda, dan dilanjutkan ke Abdulrachman Saleh (ABD Saleh) Malang sebelum diterjunkan ke lokasi kebakaran.

ADVERTISEMENT

"Pagi tadi baru sampai satu dari Kalimantan Tengah. Hari ini sudah bisa melakukan penguatan upaya pemadaman," tambahnya.

Selain helikopter, upaya pemadaman juga sempat dilakukan menggunakan drone water spray. Namun, menurut Gubernur, metode tersebut lebih bersifat pembasahan karena kapasitas air yang terbatas.

"Drone itu menurut saya pembasahan ya, karena hanya membawa 100 sampai 150 liter air. Izinnya juga tidak mudah," ungkapnya.

Kepala BNPB juga disebut telah turun langsung ke lokasi dua hari sebelumnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Namun, operasi pemadaman udara masih menghadapi kendala cuaca, terutama angin kencang di sekitar kawasan Bromo dan Malang.

"Kadang-kadang anginnya cukup kuat di sini, sehingga tidak bisa dihitung secara normal. Kalau dari jam 7 bisa berapa kali sorti, itu tidak semua bisa dihitung karena kalau angin kencang heli tidak bisa beroperasi," jelasnya.

Gubernur menambahkan, satu helikopter waterbombing saat ini memiliki waktu operasi terbatas dari pihak Bandara Abdulrachman Saleh, yakni hingga sekitar pukul 16.30 WIB, sehingga efektivitas pemadaman sangat bergantung pada kondisi cuaca.

"Besok insya Allah akan datang lagi heli perbantuan dari BNPB. Sekarang ada di Banjarmasin, besok Banjarmasin ke ABD Saleh. Kalau ada dua armada, mohon doa semua, anginnya landai sehingga bisa maksimal melakukan waterbombing," ujarnya.

Gubernur juga menyebutkan bahwa sumber air untuk waterbombing kini lebih dekat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2023 pengambilan air masih dilakukan dari Kaliandra dan Batu, saat ini sudah dapat diambil dari Ranupane.

"Supaya lebih dekat, jadi mudah-mudahan besok anginnya landai, mengambil airnya dari Ranupane. Dua heli waterbombing bisa maksimal," katanya.

Ia berharap dengan tambahan armada dan kondisi cuaca yang mendukung, proses pemadaman dapat segera tuntas. Saat ini, masih terdapat sekitar tiga titik api yang menjadi fokus utama penanganan.

"Targetnya tinggal tiga titik. Besok insya Allah kalau satu lagi datang mudah-mudahan bisa lintas dan segera padam semua," ujarnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads