Ramai di media sosial beredar surat instruksi dari Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasembon yang meminta warga Nahdliyin menolak keikutsertaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pihak kampus turut buka suara terkait kabar yang tengah viral di media sosial tersebut.
Ketua Divisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Arina Restian menegaskan bahwa penolakan tersebut hanya disuarakan oleh sebagian kecil oknum dan tidak mencerminkan sikap keseluruhan warga di Kecamatan Kasembon.
Arina menjelaskan, setelah surat instruksi tertanggal 5 Agustus 2026 itu viral, pihak kampus langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pengurus PCNU setempat untuk menyelesaikan kesalahpahaman. Pihak kampus langsung berkoordinasi dengan PCNU Kasembon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil koordinasi tersebut, kegiatan KKN mahasiswa UMM di Kecamatan Kasembon dipastikan tetap berjalan seperti biasa, namun tetap didampingi langsung oleh pihak PCNU. Arina juga menyebut bahwa sebagian kecil orang yang sebelumnya menolak juga sudah bertabayun.
Menurut Arina, penolakan ini bersifat sepihak dan hanya dilakukan oleh segelintir orang. Pada kenyataanya, mayoritas masyarakat setempat tetap menerima kehadiran para mahasiswa dengan tangan terbuka. Ia menyebut selama dua minggu KKN berjalan, hubungan mahasiswa dengan warga Nahdliyin dilokasi tersebut juga harmonis.
"Penolakan itu sepihak, hanya sebagian orang kecil, tidak keseluruhan masyarakat. Kami tetap berbuat kebaikan dan berkegiatan. Bahkan, adik-adik mahasiswa juga tetap ikut tahlilan di sana. Warga NU di sana hari ini juga tetap meminta program penyuluhan pupuk dari mahasiswa, dan langsung kami siapkan," kata Arina, Jumat (7/8/2026).
Pihak UMM memastikan, insiden seperti ini hanya terjadi di wilayah Kasembon dan tidak ditemukan di lokasi KKN lainnya. Kampus juga menjamin seluruh program pengabdian masyarakat yang telah direncanakan akan tetap berjalan hingga tuntas.
Sebagai informasi, kegiatan KKN mahasiswa UMM di wilayah tersebut telah berjalan selama dua minggu sejak diberangkatkan pada 28 Juli 2026 yang lalu. Program pengabdian masyarakat ini dijadwalkan akan terus berlangsung secara kondusif sampai dengan 31 Agustus 2026 mendatang.
(auh/dpe)
