Insiden keracunan dialami mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di Dusun Ledoksari, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Enam orang keracunan asap arang saat menginap di sebuah homestay di dusun tersebut.
"Kejadian Jumat (24/7) dini hari. Setelah dilakukan perawatan oleh tim medis, kondisi seluruh korban berangsur membaik. Mereka sudah diperbolehkan makan dan minum serta dipulangkan pada hari yang sama," kata Kapolsek Tosari Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang, kepada wartawan.
Enam mahasiswi yang keracunan masing-masing Dinda Aulia Putri (22), asal Sidoarjo; Dini Ali Safitri (21), asal Sidoarjo; Sherly Widya Tama (22), asal Pasuruan; Hananum Hayati (21), asal Sidoarjo; Kuntu Fi Amanillah (21) asal Sidoarjo; serta Sherly Eka Magareta (21), asal Sidoarjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumbut Pujaningwang menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan kejadian bermula saat para mahasiswa menyalakan arang di ruang tamu homestay sekitar pukul 00.10 WIB. Sekitar pukul 01.30 WIB, enam korban tidur di ruang tamu, sementara mahasiswa lainnya beristirahat di ruang belakang.
Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 03.30 WIB, salah seorang korban terbangun karena merasa pusing. Saat menuju toilet, korban mulai merasakan mual.
"Pada sekitar pukul 05.30 WIB, salah satu korban meminta tolong kepada teman-temannya yang tidur di ruang belakang karena kondisinya sudah lemas. Teman-temannya sempat memberikan minyak kayu putih sebelum akhirnya meminta bantuan petugas kesehatan," ujar Sumbut.
Sekitar pukul 06.15 WIB, rekan korban menghubungi Puskesmas Tosari. Petugas medis kemudian datang dan membawa enam korban ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.
"Setelah dilakukan perawatan oleh tim medis, kondisi seluruh korban berangsur membaik," terangnya.
Kapolsek menjelaskan, total terdapat 12 mahasiswa KKN UMSIDA yang menginap di homestay tersebut, terdiri dari sembilan perempuan dan tiga laki-laki. Namun, hanya enam mahasiswi yang tidur di ruang tamu mengalami keracunan.
Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat asap arang yang digunakan di dalam ruangan tertutup. Pintu ruangan diduga dalam kondisi tertutup sehingga asap tidak dapat keluar dan akhirnya terhirup para korban saat tidur.
"Diduga korban menyalakan arang di dalam ruangan dengan kondisi pintu tertutup sehingga asap terperangkap di dalam ruangan dan terhirup saat mereka beristirahat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan arang atau sumber pembakaran lain di ruangan yang minim ventilasi karena sangat berbahaya," tegas Sumbut.
Ia memastikan penanganan cepat dari tenaga kesehatan berhasil mencegah kondisi korban menjadi lebih parah. Seluruh korban sudah membaik dan situasi secara umum aman serta terkendali.
