Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran 120 Hektare Lahan di Bromo

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran 120 Hektare Lahan di Bromo

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 07 Agu 2026 10:15 WIB
Kebakaran di TNBTS terus meluas
Kebakaran Gunung Bromo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Malang -

Kebakaran menghanguskan 120 hektare kaldera Gunung Bromo. Dugaan penyebab kebakaran disebut bukan karena faktor cuaca, melainkan karena ulah manusia.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, titik awal api diketahui berada di atas perbukitan kawasan Blok Bantengan-Jantur.

Lokasi tersebut sangat jarang dilintasi karena merupakan bagian dari akses jalan yang sudah ada sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari," ungkap Rudijanta saat dihubungi melalui sambungan telpon, Jumat (7/8/2026), pagi.

Menurut Rudijanta, wilayah diduga menjadi sumber api selama ini diketahui sulit dijangkau. Kecuali, hanya masyarakat setempat yang akan menuju Jantur-Argosari karena menjadikannya sebagai jalur lintasan.

ADVERTISEMENT

"Dilewati masyarakat, karena itu jalur tradisional masyarakat daerah Argosari ke arah Ranu Pani," tuturnya.

Dengan begitu, Rudijanta mengatakan sangat minim dugaan sumber api diakibatkan karena faktor cuaca ataupun alam.

"Kalau pastinya dari manusia. Bukan dari alam," tegasnya.

Rudijanta menambahkan, kondisi cuaca saat ini turut mendorong kebakaran semakin bisa meluas. Namun, bicara terkait dugaan sumber api, sekali lagi pihaknya memastikan bukan karena faktor cuaca.

"Kalau cuaca itu kan, membuat api membesar, merambat. Tetapi kalau sumber (api) bukan karena cuaca," imbuhnya.

Rudijanta mengaku, setidaknya 120 hektare lahan sudah terdampak kebakaran. Sejauh ini, petugas gabungan mengalami kesulitan dalam memadamkan titik api yang berada di lereng perbukitan.

"Sudah 120 hektare terdampak kebakaran. Kesulitan selama ini, titik api berada di punggungan bukit. Sulit untuk dijangkau darat," bebernya.

Rencananya, hari ini dua helikopter akan dikerahkan dalam operasi water bombing untuk memfokuskan pemadaman titik api di lereng perbukitan. Menurut Rudijanta dua helikopter itu salah satunya milik TNI AL.

"Rencana ada dua (heli). Yang pertama dari TNI AL atas permintaan Ibu Gubernur. Yang datang kedua, dari BNPB yang saat ini sudah dalam perjalanan dari Banjarmasin-Surabaya," pungkasnya.



(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads