Suasana di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tampak lengang pada Rabu (5/8/2026). Tak ada lagi aktivitas yang terlihat di lokasi yang sehari sebelumnya menjadi Posko SAR Nasional sekaligus pusat evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2.
Basarnas sebelumnya telah resmi menghentikan operasi SAR khusus penanganan KM Mutiara Sentosa 2 dan mengalihkannya menjadi operasi kesiapsiagaan rutin. Keputusan itu diambil setelah proses sinkronisasi data menunjukkan seluruh korban sesuai manifes telah ditemukan.
"Dengan jumlah penumpang yang kita konfirmasi 238, sementara bisa kita sinkronkan bahwa jumlah korban dan juga jumlah penumpang yang ada di dalam kapal sementara sesuai," kata Syafii dalam konferensi pers pada Selasa (3/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski operasi pencarian dihentikan, pemerintah memastikan tetap membuka posko pengaduan untuk mengantisipasi apabila masih ada dugaan penumpang yang belum terdata.
"Namun, teman-teman media, tadi disampaikan oleh Pak Kepala Basarnas, kita juga mengantisipasi apabila ternyata masih ada," kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana.
Tetapi hari ini, tidak ada sama sekali aktivitas di lokasi tersebut. Pintu masuk ke area dalam juga tertutup rapat. Deretan bangku yang satu hari sebelumnya digunakan keluarga dan kerabat penumpang KM Mutiara Sentosa 2 untuk menunggu kabar juga sudah tidak terlihat. Begitu pula dengan spanduk 'Posko terpadu penumpang KM Mutiara Sentosa 2' yang terpasang di kaca telah dicopot.
Lalu, kemana posko pengaduan penumpang yang sempat disebut Wakil Menteri Perhubungan Suntana?
detikJatim memperoleh nomor kontak posko pengaduan yang mulai dibuka pada Selasa sore. Saat itu, posko dijaga oleh petugas dari operator kapal dan mencantumkan dua nomor layanan WhatsApp, yakni 08111772642 dan 085645594750.
Saat dihubungi, petugas menjelaskan bahwa meski posko fisik di Pelindo tidak lagi beroperasi, masyarakat tetap dapat menyampaikan pengaduan melalui nomor tersebut.
"Untuk pengaduan apabila tidak ada personel di Pelindo bisa hubungi saya mba," dalam pesan WhatsApp tersebut yang dibalas oleh petugas yang enggan disebutkan namanya.
Keberadaan layanan pengaduan tersebut menjadi harapan bagi keluarga yang masih mencari anggota keluarganya. Berdasarkan pantauan, sedikitnya sudah ada dua laporan orang hilang yang disampaikan melalui jalur pengaduan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan Basarnas masih menunggu laporan resmi yang telah divalidasi sebelum mengambil langkah lanjutan.
"Basarnas menunggu laporan terkait data tersebut yang resmi dan divalidasi oleh KSOP dan pihak perusahaan kapal/pemilik kapal," jelasnya.
