Ketua MPR Tepis Agustus Akan Terjadi Puncak Gejolak di Masyarakat

Ketua MPR Tepis Agustus Akan Terjadi Puncak Gejolak di Masyarakat

Fima Purwanti - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 09:30 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai berziarah ke makam proklamator Soekarno di Blitar
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menepis isu puncak gejolak di tengah masyarakat akan diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026. Isu puncak gejolak itu tengah ramai beredar di media sosial.

Muzani mengatakan Agustus merupakan bulan yang sakral bagi masyarakat. Khususnya pada 17 Agustus, yang merupakan peringatan bersejarah Republik Indonesia. Hal ini disampaikan saat ziarah ke makam Presiden Pertama Soekarno di Blitar, Selasa (4/8).

"17 Agustus adalah peristiwa yang sangat penting dan sakral. Bagaimana bangsa Indonesia membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan, dari pendudukan kekuatan asing. Karena itu momen ini harus menjadi sebuah peristiwa yang menggembirakan dan menyemangati akan masa depan bagi kita semua," jelasnya, Rabu (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Indonesia sudah merdeka selama 80 tahun. Hal itu menunjukkan umur yang cukup panjang dalam menjadi bangsa yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

"Sekali lagi, kita harus bisa menjadi negara lebih baik dari sekarang. Jika kita bersatu dari perbedaan dan keberagaman, tentu kita bisa menjadi negara yang kuat," terangnya.

Muzani menegaskan persatuan menjadi salah satu syarat penting untuk bangkit menjadi bangsa yang besar, yang kuat, dan berwibawa.

"Kami merasa yakin bahwa perasaan bersatu menjadi sebuah kekuatan bangsa kita, dimanapun kawan-kawan, saudara-saudara berada baik itu di desa, di Kota, di gang-gang, dan dimanapun, persatuan menjadi sebuah kekuatan yang terus-menerus akan terus kita gaungkan. Ini menjadi sebuah kebutuhan kita semua, untuk membangun negara yang besar," pungkasnya.

Sebagai informasi, media sosial tengah ramai membicarakan isu gejolak di masyarakat akan terjadi pada Agustus 2026. Puncak gejolak itu dimungkinkan terjadi seiring dengan peristiwa demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah. Isu - isu menjadi bola panas di media sosial, yang dapat meresahkan masyarakat.

Simak juga Video 'Pramono Yakin Jakarta Aman dan Nyaman Sepanjang Agustus':

(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads