Tak Kebagian Pelampung, Penumpang KM Mutiara Ini Andalkan Jeriken

Tak Kebagian Pelampung, Penumpang KM Mutiara Ini Andalkan Jeriken

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 16:40 WIB
M Saleh, penumpang selamat KM Mutiara Sentosa saat terbakar menceritakan tak kebagian pelampung
M Saleh, penumpang selamat KM Mutiara Sentosa saat terbakar menceritakan tak kebagian pelampung (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Muhammad Saleh, salah satu penumpang KM Mutiara Sentosa II mengaku bersyukur bisa selamat api membakar kapal saat di perairan Sumenep, Madura. Ia lantas menceritakan detik detik tragedi itu.

Pengawal pengiriman kuda asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, itu mengaku tidak mendapatkan pelampung saat berhasil mencapai dek kapal yang sudah dipenuhi penumpang.

Saat kebakaran terjadi ia sedang memotong rumput untuk pakan 17 ekor kuda yang dibawanya menuju Jeneponto. Asap hitam dengan cepat memenuhi kapal sehingga seluruh akses keluar nyaris tertutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau lari naik tidak bisa lagi karena banyak asap, asap hitam. Kita enggak bisa lagi," ujar Saleh di depan Gapura Surya Nusantara (GSN), Selasa (4/8).

Ia kemudian mencari celah udara melalui jendela ventilasi hingga akhirnya berhasil naik ke bagian atas kapal yang sudah penuh sesak dengan penumpang lainnya mengenakan pelampung.

ADVERTISEMENT

Di tengah kepanikan itu, ia lantas mencari pelampung. Sayangnya, pelampung yang ada telah habis. Ia lalu mengandalkan sebuah jeriken plastik.

"Akhirnya saya naik tidak dapat pelampung. Ada jerigen di situ saya bawa, warna biru," kata pria asal Jeneponto, itu.

Jeriken tersebut menjadi alat bantu apung sementara selama di laut, sebelum akhirnya seorang penumpang lain memberikan pelampung kepadanya. Meski telah memperoleh pelampung, perjuangan Saleh belum berakhir.

Saat berada di laut, ia justru membantu seorang penumpang yang mengangkut kambing dan tidak bisa berenang. Agar korban tidak menarik tubuhnya hingga tenggelam, Saleh melepas celana yang semula diikat di lehernya, kemudian menggigit celana tersebut agar bisa dijadikan pegangan oleh korban.

"Pak, jangan pegang badan saya, nanti saya tenggelam. Pegang baju saya saja, saya bilang begitu. Lalu saya buka celana yang saya ikat di leher, saya gigit, lalu saya suruh dia pegang itu supaya saya bisa berenang menuju kapal," tuturnya.

Menurut Saleh, kapal penyelamat sebenarnya sudah berada di sekitar lokasi, namun posisinya masih cukup jauh. Ombak yang tinggi membuat dirinya dan korban yang ditolong terus terombang-ambing di laut.

"Kalau ombak naik, kita pasti minum air (laut). Sedangkan saya gigit celana, air terus masuk. Karena saya menolong orang," tandasnya.

Setelah berhasil mendekati kapal penyelamat, korban yang ditolongnya akhirnya dapat dievakuasi. Saleh lagi-lagi mengaku bersyukur keduanya berhasil selamat dari insiden kebakaran yang menghanguskan KM Mutiara Sentosa II.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Nakhoda kapal sempat melaporkan insiden tersebut kepada pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sebelum akhirnya komunikasi terputus total.

Kantor SAR Surabaya bersama Syahbandar Tanjung Perak dan unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi penyelamatan darurat usai menerima laporan tersebut.

Berdasarkan data manifes resmi Polairud Polda Jatim, kapal tersebut mengangkut total 232 orang, yang terdiri 219 orang sopir dan kernet, dan 13 orang penumpang dewasa

Selain membawa ratusan penumpang, kapal juga mengangkut 181 unit kendaraan yang meliputi sepeda motor, mobil pribadi, truk sedang, truk besar, tronton, hingga satu unit alat berat.

Akibat tragedi ini sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads