Basarnas masih melanjutkan operasi pencarian korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura. Penghentian operasi belum dapat dilakukan karena proses verifikasi data seluruh penumpang masih berlangsung.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan data korban yang telah dievakuasi akan dicocokkan terlebih dahulu dengan manifes penumpang yang dimiliki Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perusahaan pelayaran.
"Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakuasi, nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner perusahaan pelayaran. Kalau semuanya sudah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakuasi, tentu operasi akan segera kami hentikan," ujar Syafii di Posko SAR Gapura Surya Nusantara (GSN), Tanjung perak Surabaya, Selasa (4/08).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, hingga saat ini Basarnas masih mengoperasikan KN Permadi untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran. Operasi dijalankan sesuai arahan Basarnas Command Center sambil menunggu kepastian jumlah penumpang yang telah berhasil dievakuasi.
"Operasi pencarian tetap kita laksanakan. Ada KN Permadi dari Basarnas Surabaya masih melaksanakan operasi. Tentunya operasi akan disesuaikan dengan konsep operasi yang dikeluarkan oleh Basarnas Command Center yang ada di Kantor Pusat," ujarnya.
Syafii menjelaskan, data korban masih bersifat dinamis. Jumlah korban yang berhasil dievakuasi kini bertambah menjadi 238 orang setelah adanya pembaruan data dari Pulau Masalembu, termasuk ditemukannya seorang anak yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan.
Sementara itu, sebanyak 62 korban masih berada dalam perjalanan dari Pulau Masalembu menuju Surabaya. Kedatangan kapal evakuasi diperkirakan mengalami keterlambatan sekitar dua hingga tiga jam akibat kondisi gelombang tinggi.
Meski belum ada laporan resmi dari keluarga mengenai penumpang yang hilang, Basarnas memilih tetap mempertahankan operasi pencarian hingga seluruh korban yang dievakuasi tiba di Surabaya dan proses pencocokan data dengan manifes selesai dilakukan.
"Kita masih dalam proses operasi karena memang ada korban yang belum sampai ke kita," ujar Syafii.
Apabila hasil verifikasi nantinya menunjukkan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi, operasi pencarian akan segera dihentikan. Sebaliknya, jika masih ditemukan selisih data, Basarnas akan menyesuaikan pola pencarian dengan mempertimbangkan kondisi arus laut, arah angin, dan tinggi gelombang di lokasi kejadian.
