Kisah Mistis di Balik Suara Gemercik dari Sawah Sampang

Kamaluddin - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 14:15 WIB
Pengelola sawah Pecaton Sadiri (50). Foto: Kamaluddin/detikJatim
Sampang -

Pengelola sawah yang mengeluarkan suara gemercik air di Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang ungkap muasalnya. Sebelum tanah Pecaton desa itu dijadikan sawah tempat bercocok tanam, ada gundukan kecil di tengah sawah itu.

Pengelola sawah Pecaton, Sadiri (50) menyampaikan tidak pernah ada pengeboran ataupun apapun di area itu. Ia menyampaikan tempat itu dulunya ada gundukan kecil yang ditumbuhi tanaman liar.

"Dulu waktu saya kecil pernah ada gundukan kecil yang di atasnya tumbuh tanaman liar, buahnya kecil-kecil, daunnya seperti daun pohon mengkudu. Karena ada di tengah sawah, pohonnya dicabut dan gundukan tanahnya diratakan," kata Sadiri kepada detikJatim, Selasa ( 4/8/2026).

Kata Sadiri, suara gemercik itu sendiri sering terdengar saat musim hujan ketika sawah ini di tanami padi. Namun, ia menganggap suara itu suara air biasa, karena tidak ada perubahan struktur tanah.

"Kata bapak saya itu biasa seperti suara air yang masuk ke dalam tanah karena sawah sedang banyak air. Waktu tanam padi, air yang di atas sawah ya biasa, tidak terus cepat berkurang genangan airnya," imbuhnya.

Selama bertahun-tahun, tanaman padi maupun tembakau yang tumbuh di area munculnya suara tersebut tetap tumbuh normal. Hamparan sawah itu pun tidak menunjukkan perubahan atau dampak apapun.

"Sampean bisa lihat sendiri itu tembakaunya subur semua kan," tegas Sadiri.

Ia mengungkapkan suara itu biasanya jarang terdengar ketika memasuki musim kemarau. Ia sengaja memberikan penanda bambu yang ditancapkan di atasnya.

"Kalau dikasih pipa berapapun panjangnya, rasanya pasti masuk, cuma saya takut. Makanya saya kasih bambu yang ada rantingnya biar nyangkut," terangnya.

Meski demikian, di balik fenomena tersebut berkembang cerita turun-temurun di kalangan warga. Sebagian masyarakat meyakini lokasi munculnya suara merupakan kawasan yang dianggap keramat.

Sadiri mengungkapkan suara misterius itu muncul di area gundukan kecil yang pernah ada di sawah itu. Gundukan kecil itu di atasnya ditumbuhi tanaman yang daunnya menyerupai daun mengkudu.

"Dulu gundukan kecil di tengah sawah itu tidak boleh dibuang, tapi karena gundukannya kecil, akhirnya diratakan dan tumbuhannya dibuang,"jelasnya.

Ia mengaku pernah menyampaikan adanya bunyi air itu ke sesepuh desa mengenai kemungkinan adanya sumber air. Namun, pihak desa tidak setuju karena tempat tersebut dianggap keramat sehingga khawatir ada musibah.

"Seandainya boleh dibor mungkin sudah lama orang di sini kesulitan air. Cuma sama sesepuh tidak diperbolehkan sebab ada khawatir terjadi musibah. Bapak saya bilang takut kena ke yang ngelola lahan. Katanya dulunya di sini tempat yang angker," imbuhnya.

Senada dengan Sadiri, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Nasuri membenarkan adanya cerita mistis yang berkembang di masyarakat desa setempat. Di area keluarnya suara gemericik air itu dulunya gundukan dan dikelilingi semak belukar.

"Yang saya tahu di tempat itu memang keramat, kata orang sini, itu namanya 'tamangmang'. Makanya warga tidak berani macam-macam,"ujar Nasuri.

Menurut Nasuri,di lokasi tersebut pernah terlihat api yang seolah bergerak berpindah-pindah. Api itu disebut berpindah ke rumpun bambu yang dahulu tumbuh lebat di sekitar lokasi, lalu bergeser ke arah timur menuju sebuah makam yang oleh warga setempat dikenal sebagai Bujuk Solar.

"Cerita saya dengar dari sejumlah sesepuh desa.Terjadinya pada waktu-waktu tertentu, konon kejadian itu pas malam Jumat dan Selasa," ungkapnya.



Simak Video "Video: Aliansi Mahasiswa Lapor Kemendagri soal Pilkades di Sampang yang Tertunda"

(irb/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB