Ada Kandungan Belerang pada Tahan dengan Suara Gemercik di Sampang

Ada Kandungan Belerang pada Tahan dengan Suara Gemercik di Sampang

Kamaluddin - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 22:30 WIB
BPBD Sampang meninjau lokasi suara gemercik aliran air misterius di lahan tembakau.
BPBD Sampang meninjau lokasi suara gemercik aliran air misterius di lahan tembakau.(Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Misteri tanah yang mengeluarkan suara gemercik air di Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang mulai terkuak. Tim gabungan dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menemukan lumpur hitam berbau belerang saat melakukan pengecekan di lokasi.

Temuan itu didapat setelah pemerintah daerah menerjunkan tim untuk menyelidiki fenomena yang viral di media sosial tersebut. Selain melakukan survei, petugas juga mengambil sampel tanah guna diteliti lebih lanjut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrohman mengatakan, survei dilakukan bersama Dinas PUPR dan anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga hari ini suara kemercik air di titik itu masih terdengar jelas. Secara kasat mata memang tidak ada keanehan di permukaan. Tanaman tembakau nampak subur," kata Fajar saat di lokasi, Senin (3/8/2026).

Fajar mengungkapkan soal temuan tanah tersebut berlumpur warna hitam di bawah tanah sedalam 50 cm di area itu. Ia juga menyebutkan lumpur itu berbau belerang dan telah diambil sampelnya.

ADVERTISEMENT

"Hasil ini masih akan dilakukan kajian dan koordinasi dengan instansi teknis. Perlu kajian ilmiah agar penyebab fenomena ini dapat diketahui," bebernya.

Fajar mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap menunggu hasil kajian teknis mengenai penyebab munculnya suara itu. Pihaknya meminta kepada pengelola lahan agar tetap waspada.

"Karena ada bau belerang jangan merokok ataupun menyalakan api di sekitar itu," pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Moh. Iqbal Fathoni meminta pemerintah untuk segera melakukan penelitian. Sehingga masyarakat di desa tersebut tidak resah.

"Kami meminta agar fenomena ini segera diteliti secara menyeluruh, sehingga hasil kajian para ahli nantinya dapat memberikan kepastian soal kandungan dalam tanah itu" tegasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil kajian teknis mengenai penyebab munculnya suara gemuruh dari area persawahan tersebut.

Sebelumnya Warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang dihebohkan fenomena alam berupa suara gelembung aliran air dari dalam tanah. Fenomena ini viral setelah video rekaman di lokasi menyebar luas di media sosial.

Dalam video yang telah disaksikan lebih dari 500 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar itu, tampak area sawah yang sedang ditanami tembakau mengeluarkan suara nyaring mirip gelembung air dari aliran yang deras. Warga setempat pun memberi penanda berupa kayu pada titik sawah yang menjadi sumber suara tersebut.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunungeleh, Nasuri membenarkan adanya fenomena itu. Ia menyampaikan bahwa suara aliran air dari dalam tanah itu terdengar cukup nyaring di salah satu titik sawah desa.

"Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Kalau tidak salah, itu terjadi di sawah pecaton desa yang kini dikelola warga," ungkap Nasuri kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Nasuri, fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama saat musim hujan. Tapi ini terjadi di musim kemarau. Pihaknya pun telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk memastikan apakah fenomena tersebut berbahaya atau tidak.

"Kata warga yang mengelola lahan, fenomena suara air itu sudah lama terjadi. Kami sudah menyampaikannya ke anggota dewan dan juga pihak pemerintah," tandasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads