Pemadaman Kebakaran di Kaldera Bromo Terkendala Medan

Pemadaman Kebakaran di Kaldera Bromo Terkendala Medan

muaranimterkini - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 12:15 WIB
Kebakaran di Blok Bantengan Gunung Bromo
Kebakaran di TN Bromo Tengger Semeru hutan Blok Bantengan. (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus dilakukan. Medan yang curam menyulitkan petugas gabungan untuk mempercepat proses pemadaman.

Titik kebakaran sendiri diketahui berada di kawasan Blok Bantengan. Kabar terkini, kobaran api mulai mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Balai Besar TNBTS menegaskan bahwa operasi pemadaman tidak hanya mengutamakan kecepatan memadamkan api tetapi juga keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Kondisi kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati. Apalagi sebagian proses penanganan dilakukan di malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak tanggal 3 Agustus kemarin kami langsung melakukan upaya pemadaman setelah mendapatkan informasi mengenai kejadian kebakaran tersebut dengan melibatkan berbagai unsur," ujar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bambang Suriyono kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Bambang mengaku, operasi pemadaman melibatkan personel Balai Besar TNBTS bersama berbagai elemen lain, mulai dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Saver, masyarakat Desa Ngadas, masyarakat Desa Ranupani, hingga personel TNI.

ADVERTISEMENT

Seluruh unsur tersebut bekerja sama menyisir lokasi kebakaran yang berada di kawasan lereng Kaldera Tengger. Lokasi tersebut dikenal memiliki topografi curam dan sulit dijangkau sehingga menyulitkan proses pemadaman.

"Sampai saat ini kami masih terus berupaya melakukan pemadaman mengingat medan kejadian kebakaran ini sangat berat, karena terjadi di lereng Kaldera Tengger. Kondisi itu membutuhkan upaya yang maksimal untuk melakukan pemadaman," ungkapnya.

Bambang menjelaskan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung. Pihaknya tidak ingin proses pemadaman justru menimbulkan korban karena memaksakan pekerjaan di lokasi yang berbahaya.

"Fokus kami sejak tadi malam adalah keselamatan petugas dan seluruh unsur yang membantu. Prinsip kami bukan sekadar segera memadamkan api tanpa melihat kondisi lapangan maupun waktu," tegasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, kebakaran yang berlangsung hingga malam hari membuat risiko operasi meningkat. Minimnya pencahayaan, kontur lereng yang terjal, serta potensi bahaya lain menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah pemadaman.

"Kebakaran terjadi pada malam hari sehingga kami harus sangat berhati-hati dalam melakukan upaya pemadaman," katanya.

Selain personel yang telah diterjunkan sejak hari pertama, bantuan tambahan juga mulai berdatangan. Pada Selasa pagi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur telah bergabung untuk memperkuat operasi di lapangan.

Kehadiran personel BPBD diharapkan dapat mempercepat proses pengendalian api sekaligus mendukung kebutuhan peralatan maupun koordinasi selama pemadaman berlangsung.

Balai Besar TNBTS juga belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran. Saat ini petugas masih memprioritaskan pengendalian api sehingga proses penghitungan area yang terbakar belum dilakukan secara menyeluruh.

"Untuk luasan kebakaran saat ini masih dalam proses penghitungan. Fokus petugas sekarang adalah upaya pemadaman. Informasi mengenai luas area yang terbakar akan kami sampaikan lebih lanjut," tuturnya.

TNBTS juga mengambil langkah antisipasi demi menjaga keselamatan wisatawan, masyarakat sekitar, serta pelaku jasa wisata yang beraktivitas di kawasan Bromo. Sejumlah akses menuju kawasan terdampak ditutup sementara hingga situasi dinyatakan aman.

Bambang berharap proses pemadaman dapat segera membuahkan hasil dan seluruh personel yang bertugas diberikan keselamatan selama menjalankan operasi di medan yang berat tersebut.

"Kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat. Mudah-mudahan upaya pemadaman ini berjalan lancar dan seluruh petugas dari berbagai unsur diberikan keselamatan serta kemudahan dalam menjalankan tugas memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads