Malu, Pemeran Video Mesum Pelajar Banyuwangi Mundur dari Sekolah

Malu, Pemeran Video Mesum Pelajar Banyuwangi Mundur dari Sekolah

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 19:00 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Banyuwangi -

Dampak kasus video porno pelajar di Banyuwangi terus ke mana-mana. Terbaru, salah satu pemerannya yang berstatus pelajar madrasah, kini mengundurkan diri dari sekolah karena merasa malu.

Keputusan tersebut diambil setelah pihak keluarga berkoordinasi dengan tim Bimbingan Konseling (BK) madrasah. Langkah ini menyusul kegemparan publik akibat beredarnya rekaman video porno mereka di berbagai platform media sosial sejak pertengahan Juli lalu.

Bahkan rekaman berdurasi singkat yang memperlihatkan adegan mesum sepasang remaja itu juga menjadi materi promosi sejumlah platform judi online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat membenarkan bahwa siswi yang bersangkutan kini sudah tidak lagi berstatus sebagai murid di madrasah tersebut terhitung sejak 21 Juli 2026. Keputusan mundur merupakan inisiatif pihak orang tua siswi.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil mediasi dan pertimbangan mendalam bersama tim BK, orang tua terduga akhirnya memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran diri bagi anaknya dari madrasah. Langkah ini diambil atas pertimbangan menjaga kondisi psikologis siswa yang bersangkutan serta demi menjaga kondusivitas lingkungan belajar di madrasah," terang Chaironi, Senin (3/8/2026).

Pihak sekolah pun akhirnya mengabulkan permohonan tersebut secara resmi pada hari yang sama sekitar pukul 12.00 WIB demi mengantisipasi dampak perundungan (bullying) serta tekanan mental lanjutan yang berpotensi dialami oleh sang anak.

Sebelum keputusan pengunduran diri ini disepakati, pihak madrasah juga telah mengambil sejumlah tindakan responsif dan terukur sejak isu ini mencuat. Pada 19 Juli 2026 (20.00 WIB) lalu, pihak Madrasah pertama kali menerima laporan mengenai beredarnya video tidak senonoh yang mengarah pada salah satu siswanya.

20 Juli 2026 (09.00 WIB), Tim Ketertiban dan Waka Humas madrasah mendatangi kediaman orang tua siswi untuk klarifikasi. Pihak keluarga membenarkan peristiwa tersebut dan mengaku malu atas apa yang terjadi.

21 Juli 2026 (09.00 WIB), Orang tua siswi mendatangi madrasah untuk mengikuti proses pembinaan dan konsultasi bersama tim BK, yang berujung pada penyerahan surat pengunduran diri.

Pihak Kemenag Banyuwangi menegaskan bahwa insiden dalam video tersebut terjadi sepenuhnya di luar kontrol dan lingkungan sekolah, baik dari segi lokasi maupun waktu kejadian. Guna melindungi masa depan serta mental anak di bawah umur yang terlibat, pihak Kemenag dan madrasah mengimbau keras kepada publik untuk tidak lagi menyebarluaskan konten video tersebut.

"Pihak madrasah beserta Kemenag Banyuwangi berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini secara bijak serta membatasi penyebaran ulang konten video demi melindungi masa depan dan kondisi psikologis anak di bawah umur," pungkas Chaironi.

Sebelumnya, jagat maya di Banyuwangi dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara bernuansa erotis yang memuat ucapan 'yang wis yang'. Potongan suara tersebut ramai digunakan sebagai latar berbagai unggahan video di media sosial dan diduga berasal dari video asusila yang melibatkan dua pelajar.

Video berdurasi singkat yang diduga menjadi sumber suara tersebut, beredar luas melalui grup-grup WhatsApp. Dugaan keterlibatan pelajar di bawah umur membuat kasus ini memicu keprihatinan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diduga pertama kali beredar dari satu grup WhatsApp pelajar ke grup lainnya hingga akhirnya menyebar lebih luas.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads