Salah Satu Pemeran Video Mesum Banyuwangi Ternyata Pelajar Madrasah

Salah Satu Pemeran Video Mesum Banyuwangi Ternyata Pelajar Madrasah

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 18:30 WIB
ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Banyuwangi -

Kasus video mesum pelajar Banyuwangi yang viral di media sosial terus bergulir. Salah satu fakta terbaru diketahui salah satu pemeran perempuan ternyata berstatus pelajar sebuah madrasah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan salah satu pemeran merupakan siswi madrasah. Pihak madrasah dan Kemenag telah mengambil langkah penanganan sesuai prosedur sebelum video tersebut tersebar luas.

Chaironi membeberkan kronologi penanganan kasus tersebut telah dimulai sejak pihak sekolah menerima laporan awal pada 19 Juli 2026. Hasilnya, keterangan yang didapat dan dari sekolah sesuai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah menelusuri dari pihak sekolah dan ini laporan yang dibuat berdasarkan kronologi persis dari sekolah," ujar Chaironi dalam pernyataan resminya, Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakil Kepala (Waka) Humas dan Tim Ketertiban Madrasah kemudian mendatangi rumah terduga pelaku pada 20 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, orang tua siswa membenarkan kejadian yang menimpa anak mereka.

Merasa malu atas peristiwa tersebut, pihak keluarga lalu menyerahkan penuh keputusan tindak lanjut kepada madrasah. Selanjutnya, pada 21 Juli 2026, pihak sekolah mengundang orang tua siswa untuk berkonsultasi dengan tim Bimbingan Konseling (BK).

Dari hasil mediasi dan pertimbangan mendalam, orang tua siswa memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran diri dari sekolah. Langkah tersebut diambil demi menjaga kondisi psikologis anak serta kondusifitas lingkungan belajar di madrasah.

Pihak sekolah pun telah menyetujui pengunduran diri tersebut di hari yang sama, sehingga status siswa yang bersangkutan dinyatakan berakhir.

Chaironi menegaskan bahwa insiden dalam video viral tersebut terjadi sepenuhnya di luar tempat dan jam operasional sekolah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dan tidak menyebarkan ulang konten video guna melindungi masa depan anak di bawah umur.

"Pihak sekolah menegaskan bahwa insiden dalam video viral tersebut terjadi sepenuhnya di luar kontrol madrasah, baik dari segi tempat maupun waktu kejadian," tandas Chaironi.

Sebelumnya, jagat maya di Banyuwangi dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara bernuansa erotis yang memuat ucapan 'yang wis yang'. Potongan suara tersebut ramai digunakan sebagai latar berbagai unggahan video di media sosial dan diduga berasal dari video asusila yang melibatkan dua pelajar.

Video berdurasi singkat yang diduga menjadi sumber suara tersebut, beredar luas melalui grup-grup WhatsApp. Dugaan keterlibatan pelajar di bawah umur membuat kasus ini memicu keprihatinan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diduga pertama kali beredar dari satu grup WhatsApp pelajar ke grup lainnya hingga akhirnya menyebar lebih luas.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads