Walkot Eri soal Kasus Anak Dibawa Ayah: Jangan Saling Bongkar Aib

Walkot Eri soal Kasus Anak Dibawa Ayah: Jangan Saling Bongkar Aib

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 16:45 WIB
Anak 5 tahun yang sempat disebut dibawa kabur ayah kandung diajak ngemis saat diklarifikasi DP3A Pemkot Surabaya.
Anak 5 tahun yang sempat disebut dibawa kabur ayah kandung diajak ngemis saat diklarifikasi DP3A Pemkot Surabaya. (Foto: Istimewa/dok. Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Beberapa hari terakhir, Surabaya dihebohkan dengan kisah seorang ibu terpisah dengan anaknya selama lima bulan yang dibawa ayahnya. Wali Kota Eri Cahyadi pun meminta orang tua tak saling bongkar aib.

Ibu tersebut adalah Agustin Arimardika (33) atau akrab disapa Ayu menceritakan kisahnya di medsos hingga viral. Di mana anaknya A (5) dibawa oleh mantan suaminya, Sunardi (33) selama lima bulan. Keduanya memiliki versi masing-masing.

Eri mengatakan, jejak digital tidak akan pernah hilang. Karena itu, ia meminta kedua belah pihak menahan diri dan tidak saling menyerang melalui media sosial maupun ruang publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Ketika melihat ini ada yang membenarkan A, ada yang mengeluarkan aibnya B, maka itu akan menjadi tidak bagus," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan, sudah ada keputusan hukum di pengadilan agama. Dia juga mengaku sudah bertemu dengan Ayu dan Sunardi memediasi keduanya.

"Saya kemarin sampaikan jangan membuka aibnya jenengan-jenengan (Anda-Anda), sudah pernah menjadi suami istri, maka aibnya seorang istri adalah bajunya harus ditutup oleh seorang suami, begitupun sebaliknya. Ketika ini ada perpisahan, jangan pernah membuka aib itu. Tapi tutup aib itu untuk anak-anak," tuturnya.

"Orang tua jangan ego, karena anaknya jadi korban. Alhamdulillah kemarin sudah kita temukan, ayo tunggu terkait dengan keputusan hukumnya. Karena negara kita negara hukum. Jadi kalau keputusan hukumnya seperti apa, ya harus kita ikuti," tambahnya.

Eri juga memastikan, Pemkot Surabaya memberikan pendampingan psikologi. Khususnya untuk A yang masih ikut dengan ayahnya.

"Alhamdulillah masih kami berikan pendampingan psikologi," pungkasnya.

Sebelumnya, Agustin Arimardika (33), warga Bagong Ginayan, Kelurahan Ngagel, Surabaya mengaku masih berupaya mendapatkan kembali anaknya, A (5). Anak itu disebut dibawa mantan suaminya, Sunardi pada awal Maret 2026 dan hingga kini belum dikembalikan.

Kasus itu kemudian viral di media sosial. Agustin mengaku mendapat informasi dari warga yang melihat A di sejumlah tempat. Bahkan, ia mendapat informasi anaknya diduga tidak terurus hingga diduga diajak mengemis.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads