Bambang Selamat dari Tragedi KMP Mutiara Sentosa Usai Lompat ke Laut

Bambang Selamat dari Tragedi KMP Mutiara Sentosa Usai Lompat ke Laut

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 15:21 WIB
Situasi Post Mortem di Bhayangkara Polda Jatim.
Situasi Post Mortem di Bhayangkara Polda Jatim/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Kobaran api yang semakin membesar memaksa Bambang Susilo (36) mengambil keputusan paling berat dalam hidupnya, melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Namun, keputusan itu membuatnya harus terpisah dari sopir sekaligus kerabatnya, Sari Sukoco (39), yang hingga kini diduga menjadi salah satu korban meninggal dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2.

Kini, Bambang yang selamat dari maut justru harus menunggu proses identifikasi jenazah di Posko Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya. Di tempat itulah ia berharap mendapat kepastian mengenai nasib orang yang selama perjalanan bekerja bersamanya.

Bambang, warga Tulungagung, merupakan kernet truk yang berada di atas KM Mutiara Sentosa 2 saat kapal terbakar di perairan utara Madura. Ia datang ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menunggu proses identifikasi jenazah kerabatnya, Sari Sukoco, yang merupakan sopir truk dalam rombongan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menceritakan, saat kebakaran terjadi ia bersama lima orang lain yang terbagi dalam tiga truk. Ketika api semakin membesar, satu per satu rekannya memilih melompat ke laut.

ADVERTISEMENT

"Meninggalnya itu pas sudah turun. Tapi lompatnya kan terakhir dia. Jadi saya kan satu grup itu enam orang. Kan tiga mobil, tiga mobil, satu mobil kan dua orang," kata Bambang kepada detikJatim, Senin (3/8/2026).

Sebelum menyelamatkan diri, Bambang mengaku sempat mengajak kerabatnya untuk segera melompat. Namun, saat itu api telah merambat ke bagian depan kapal dan suhu di lantai kapal semakin panas.

"Jadi ada teman yang melompat pertama. Terus saya. Saya belum saya belum melompat itu sudah saya ajak kakak saya, cuma mengangguk aja. Nah, baru saya mau lompat itu sudah api sudah menjalar ke depan. Sudah semakin panas. Lantai sudah panas ini," ujarnya.

Sesaat sebelum melompat, Bambang kembali meminta izin kepada kerabatnya. Namun, menurutnya, sang sopir masih terlihat ragu untuk meninggalkan kapal.

"Nah, saya sudah izin ke kakak saya itu kan mau melompat saya. Lompat ya. Terus yang tiga itu katanya sempat ngajak juga tapi ya agak masih ragu gitulah," tuturnya.

Setelah terjun ke laut, Bambang kehilangan jejak seluruh rombongannya. Ia tidak lagi mengetahui apakah kerabatnya ikut melompat atau masih berada di atas kapal saat api melalap badan kapal.

"Enggak tahu dia, (sopir) (kemudian) lompat atau gimana sudah pokoknya turun lompatnya sudah enggak tahu. Jadi terpisah," tuturnya.

Saat ini Bambang bersama keluarga masih menunggu proses identifikasi jenazah yang berlangsung di RS Bhayangkara Surabaya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB.

"Jenazah tadi tiba infonya sekitar pukul 10.00 WIB. Sekarang (keluarga) masih menunggu, ada beberapa yang datang dari Tulungagung," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads