Kantor SAR Surabaya mengungkap jumlah penumpang yang benar-benar berada di atas KMP Mutiara Sentosa 2 saat terbakar di perairan utara Madura. Di mana, total penumpang diperbarui menjadi 236 orang.
Jumlah tersebut berbeda dengan data awal yang sempat beredar dan masih bersifat dinamis karena proses verifikasi bersama pemilik kapal terus dilakukan.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menjelaskan, pada awalnya pihak operator kapal melaporkan jumlah penumpang mencapai 286 orang. Namun, setelah dilakukan konfirmasi ulang, diketahui terdapat 31 kendaraan yang batal diberangkatkan karena kapal tidak mampu mengangkut seluruh muatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari owner itu adalah 286 ya, 286. Akan tetapi setelah kami konfirmasi kembali, disampaikan bahwa ada 31 kendaraan yang tidak ikut terangkut oleh kapal tersebut. Artinya tidak muat sehingga tidak diberangkatkan. Dan di kendaraan tersebut setelah dikonfirmasi ada 50 orang," kata Nanang, Senin (3/8/2026).
Dengan adanya pembatalan keberangkatan tersebut, jumlah penumpang yang benar-benar berada di atas kapal menjadi 236 orang.
"Sehingga dari 286 dikurangi 50 menjadi 236. Itu yang terkonfirmasi saat ini ya. Sehingga dengan 234 yang terevakuasi, sehingga masih ada dua untuk data saat ini. Artinya data ini dinamis," ujarnya.
Nanang menjelaskan, 50 orang tersebut sempat masuk dalam data awal karena telah terdaftar untuk berangkat. Namun, mereka dipastikan tidak ikut berlayar setelah kendaraan yang mereka tumpangi batal naik ke kapal.
"Awalnya iya, ya tidak terangkut karena karena dibilangnya tidak tidak muat, akhirnya tidak diikutsertakan di kapal," jelasnya.
Menurut Nanang, proses pencocokan data masih berlangsung bersama pihak operator kapal. Karena itu, jumlah penumpang maupun korban masih dapat berubah seiring masuknya hasil verifikasi terbaru.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep, pada Senin (3/8/2026) pagi. Tim SAR gabungan bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi melakukan evakuasi terhadap para penumpang, sementara proses pendataan dan pencarian korban hingga kini masih terus berlangsung.
