Duka KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar Hebat Merenggut 5 Nyawa

Round Up

Duka KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar Hebat Merenggut 5 Nyawa

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 07:20 WIB
KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara madura
KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep Madura (Foto: Tangkapan Layar/ Istimewa)
Surabaya -

Musibah melanda kapal motor penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan kendaraan tersebut terbakar hebat di perairan utara Madura.

Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di titik koordinat 06Β°30'64'' S / 114Β°00'19'' E, atau sekitar 19 Nautical Miles (NM) di utara Pulau Sapudi, Sumenep.

Pihak perusahaan pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), mendapatkan laporan awal langsung dari nakhoda kapal. Namun, tak lama setelah mengabarkan insiden kebakaran tersebut, nakhoda kapal tidak dapat lagi dihubungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan resmi kebakaran kemudian diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB, dilanjutkan konfirmasi dari PT ALP pada pukul 08.25 WIB.

Berdasarkan data manifest resmi dari Polairud Polda Jatim, KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut total 232 jiwa penumpang dengan rincian sopir dan kernet: 219 orang, penumpang dewasa 13 orang.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kapal juga membawa 181 unit kendaraan, yang terdiri dari sepeda motor: 15 unit, mobil Kecil 25 unit, truk sedang 6 unit, truk besar 103 unit, tronton 31 unit dan alat Berat: 1 unit

Sekitar pukul 09.45 WIB, laporan dari Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi menyatakan bahwa kondisi KMP Mutiara Sentosa 2 hampir terbakar habis.

Dalam video amatir yang beredar, tampak penumpang terdesak ke area anjungan dan haluan kapal untuk menghindari kobaran api dan kepulan asap pekat. Beberapa penumpang bahkan nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Melihat kondisi darurat tersebut, armada kapal yang melintas di sekitar lokasi perairan utara Madura langsung bergerak cepat bahu-membahu melakukan pertolongan

Kapal Meratus Project 3 tidak dapat mendekat langsung ke posisi kapal karena membawa muatan bahan mudah terbakar/berbahaya, tetapi memantau dan membantu koordinasi komunikasi.

Sementara itu Tugboat (TB) Hasnur 26 & British Mentor menjadi armada awal yang langsung mendekati lokasi dan mengevakuasi para penumpang yang melompat ke laut maupun yang bertahan di haluan.

Selain itu ada KM Mutiara Ferindo 1 yang mengubah arah ke timur menuju Banyuwangi untuk membantu proses evakuasi.

Tim SAR Gabungan: Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Sumenep (mengerahkan RIB 01), Syahbandar Tanjung Perak, SROP Kalianget, KSOP Kalianget, hingga Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan alutsista termasuk KN SAR 249 Permadi menuju lokasi kejadian.

Hingga update data terbaru pukul 17.00 WIB, total 232 korban berhasil dievakuasi oleh 9 kapal penolong dengan rincian 227 penumpang selamat dan 5 orang meninggal dunia:

"Korban berhasil dievakuasi, selamat 227 dan meninggal dunia 5," kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Tangis haru mewarnai kedatangan para korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa saat tiba di Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN). Mereka langsung mendapat perawatan medis.

Dari pantauan detikJatim, sekitar pukul 00.10 WIB, korban selamat datang di Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN). Mereka langsung mendapat perawatan medis. Mereka langsung disambut para petugas medis yang menanti di lokasi.

Tangis haru dan tawa mewarnai lokasi. Terlihat ada anak-anak hingga lansia digendong serta dievakuasi menggunakan kursi roda. Sekitar 6-7 penumpang dievakuasi menggunakan kursi roda secara bergiliran 2 anak digendong, 1 dewasa digendong

Terlihat pula Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung para korban. Para korban langsung dievakuasi dan mendapat perawatan medis di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah ini. Berdasarkan laporan awal, sebanyak lima penumpang dinyatakan meninggal dunia.

"Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Sebagaimana yang dilaporkan, saat ini ada lima penumpang yang dinyatakan meninggal dunia," tutur Dudy.

Dudy menambahkan pencocokan data korban meninggal dan selamat akan dilakukan secara bertahap seiring kedatangan kapal-kapal evakuasi. Hal ini dilakukan guna memastikan jumlah pasti penumpang yang berada di atas kapal (onboard) serta korban yang berhasil diselamatkan.

"Satu per satu kapal yang datang dicocokkan datanya untuk memastikan berapa jumlah onboard dan berapa yang terevakuasi. Harapannya semua data terkumpul dengan baik sehingga memberikan kepastian kepada keluarga yang sedang menunggu," ujar Dudy.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads