Terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep pada Minggu (2/8) menyebabkan 5 penumpang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka serta menderita kerugian. Selain itu, ratusan kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil, truk, hingga alat berat yang diangkut kapal diduga turut hangus terbakar. Peristiwa memilukan ini bukan pertama kalinya.
Kapal jenis Ro-Ro Mutiara Sentosa I yang juga merupakan milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) pernah terbakar pada 2017 atau sembilan tahun silam. Atas kejadian ini, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi yang akan didahului dengan pendalaman bersama KNKT.
"Kita akan evaluasi ya, tapi yang paling penting kita akan lihat dulu sebab-sebabnya yang kita harus dapatkan dari KNKT. Jadi ini juga akan menjadi lessons learned buat kita, bahan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dudy juga menegaskan bahwa evaluasi juga akan dilakukan terhadap perusahaan pemilik kapal, dalam hal ini PT PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang dalam sejarahnya sudah 2 kali kapalnya mengalami kebakaran. Evaluasi itu akan menentukan ada tidaknya penerapan sanksi terhadap perusahaan bersangkutan.
"Saya rasa itulah yang wajib kita lakukan untuk memberikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa kita melakukan yang terbaik, ya. Terhadap perusahaan kami akan lakukan evaluasi. Melihat dari data yang ada, kalau ini sudah dua kali terjadi, ya," kata Dudy.
Sekadar informasi, kebakaran hebat menimpa KM Mutiara Sentosa 2 pertama kali diketahui pada Minggu (2/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut terbakar saat sedang perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar.
Laporan darurat pertama kali diteruskan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, usai komunikasi dengan nahkoda di tengah lautan terputus.
Saat armada penolong pertama kali tiba di lokasi koordinat 06Β°30'64''S / 114Β°00'19''E (sekitar 19 NM utara Pulau Sapudi), fisik kapal dilaporkan telah hampir terbakar habis.
Kepanikan sempat terjadi ketika ratusan penumpang berdesakan di area anjungan dan haluan kapal dengan menggunakan jaket pelampung hingga beberapa di antaranya nekat melompat ke lautan lepas sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal yang merapat.
Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan bersama unsur terkait masih terus bersiaga di perairan Madura untuk memastikan proses pendataan, penyisiran area sekitar lokasi kejadian, dan penanganan medis bagi seluruh korban.
Saksikan Live DetikSore :
