Carut Marut Manifes KMP Mutiara Sentosa yang Terbakar, Ini Kata Menhub

Carut Marut Manifes KMP Mutiara Sentosa yang Terbakar, Ini Kata Menhub

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 09:20 WIB
Menhub pantau langsung evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 terbakar
Menhub pantau langsung evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 terbakar/Foto: Praditya Fauzi/detikJatim
Surabaya -

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi mengakui masih mencocokkan data manifes dengan kondisi faktual di lapangan. Sebab, terdapat sejumlah perbedaan data, mulai dari jumlah korban selamat hingga kapal yang mengevakuasi para korban.

"Ya, makanya kita akan cocokkan, karena memang ada simpang siur antara manifes dengan faktual yang ada di lapangan," kata Dudy kepada awak media di GSN Pelindo Sub Regional III Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Dudy menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat penumpang yang membatalkan perjalanan tetapi namanya masih tercantum dalam manifes karena belum dilakukan revisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi informasi yang kami dapatkan ada penumpang juga yang membatalkan perjalanan, oh, tapi tidak dilakukan revisi atas manifes. Ini yang harus kami cocokkan kembali, berapa yang ada faktual," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau ada perubahan mestinya harus dilaporkan kepada otoritas pelabuhan mestinya, ya, supaya kita punya data yang pasti, valid," imbuh dia.

Pernyataan itu berbeda dengan keluhan sejumlah keluarga korban. Istri salah satu korban, Deni Tristiawan, bernama Devi mengaku tidak menemukan nama suaminya dalam data manifes yang diberikan petugas di posko informasi. Hal serupa juga dialami Samparia yang mencari nama keponakannya, Taufik.

Menanggapi hal tersebut, Dudy menegaskan seluruh data harus diverifikasi. Ia menyebut temuan tersebut menjadi pelajaran penting sekaligus bahan evaluasi bagi perusahaan pelayaran.

Selain itu, Dudy juga menyoroti adanya lima anak yang tidak tercatat dalam manifes. Padahal, saat proses evakuasi di GSN Pelindo Sub Regional III Tanjung Perak, Senin (3/8/2026) dini hari, terlihat satu balita dan dua anak berada di lokasi berdasarkan rekaman video detikJatim.

"Nah, ini nanti harus kita verifikasi, Pak, ya. Jadi ini menjadi pelajaran penting juga buat pengelola atau perusahaan pelayaran, bahwa semua yang on board siapapun itu harus ada datanya. Nah, itu ada 5 anak yang yang tidak tercatat dalam manifes. Jadi mungkin hanya dicantumkan anak ini akan menjadi evaluasi kami juga kenapa tidak tercatat di dalam manifes," tuturnya.

Menurut Dudy, seluruh penumpang yang berada di atas kapal wajib tercatat dalam manifes. Hal itu berkaitan dengan keselamatan maupun hak penumpang jika terjadi musibah.

"Kemudian juga penyiapan apa life jacket dan segala macam itu kan bisa untuk anak kan harus ada ukurannya, ya. Jadi itu yang menjadi bahan catatan kami dan juga akan menjadi bahan evaluasi kami terhadap pelayaran," katanya.

Meski demikian, Dudy bersyukur seluruh anak yang menjadi perhatian tersebut dalam kondisi selamat. Tiga anak masih menjalani perawatan medis, sedangkan dua lainnya masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

"Alhamdulillah ya, ada sementara yang saya dapat, 5 anak ini ada juga yang di kapal lain masih ada yang dievakuasi, Insyaallah (dalam kondisi sehat). Nah, makanya kami ingin memastikan," tutupnya.



(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads