Keluarga Korban Ini Ungkap Suaminya Tak Ada di Manifest KMP Mutiara

Keluarga Korban Ini Ungkap Suaminya Tak Ada di Manifest KMP Mutiara

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Minggu, 02 Agu 2026 20:40 WIB
Devi, keluarga penumpang KMP  Mutiara Sentosa 2 menunggu cemas kabar suaminya yang tak terdaftar di manifest
Devi, keluarga penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 menunggu cemas kabar suaminya yang tak terdaftar di manifest (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Keluarga penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah berdatangan ke posko di Gedung Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka kini harap-harap cemas menanti kabar keluarga.

Salah satu keluarga penumpang, Devi mengaku datang jauh-jauh dari Gresik berharap menanti kabar suaminya. Namun, nama suaminya tersebut tak ada dalam manifest kapal.

"Nama suami saya tidak ada (di manifest), namanya Deni Tristiawan, umur 35 tahun," kata Devi kepada wartawan di Posko Informasi GSN Tanjung Perak, Minggu (2/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Devi menambahkan, selain suaminya, nama rekan-rekan kerja sang suami yang berangkat bersama dalam pelayaran tersebut juga ternyata tak terdaftar pada manifest yang dipegang oleh petugas posko.

ADVERTISEMENT

"Tadi saya tanya petugas di depan, katanya nama suami dan teman-temannya belum ada di manifest," ujarnya.

Mengenai kepemilikan tiket, Devi mengaku tidak mengetahui secara rinci lantaran sang suami tidak pernah memberitahunya. Ia hanya mengingat suaminya sempat berpamitan untuk berangkat berlayar pada Sabtu (1/8/2026) malam.

"Sama sekali tidak pernah lihat tiketnya. Berangkatnya Sabtu malam, tidak tahu pasti jam berapa, pokoknya malam," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga penumpang masih bertahan di posko informasi untuk menunggu kejelasan status penanganan serta kepastian kondisi para korban. Pihak Basarnas juga dikabarkan akan menggelar konferensi pers.

Musibah kebakaran hebat yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 ini pertama kali terdeteksi pada Minggu (2/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar mengangkut 232 penumpang yang mayoritas merupakan pengemudi armada logistik-serta 181 unit kendaraan.

Laporan darurat pertama kali diteruskan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, usai komunikasi dengan nahkoda di tengah lautan terputus.

Saat armada penolong pertama kali tiba di lokasi koordinat 06°30'64''S / 114°00'19''E (sekitar 19 NM utara Pulau Sapudi), fisik kapal dilaporkan telah hampir terbakar habis. Kepanikan sempat terjadi ketika ratusan penumpang berdesakan di area anjungan dan haluan kapal dengan menggunakan pelampung oranye, hingga beberapa di antaranya nekat melompat ke lautan lepas sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal yang merapat.

Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan bersama unsur terkait masih terus bersiaga di perairan Madura untuk memastikan proses pendataan, penyisiran area sekitar lokasi kejadian, dan penanganan medis bagi seluruh korban.



(prf/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads