Musibah terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026) seolah membuka kembali luka lama dalam sejarah pelayaran Indonesia. Tragedi yang menimpa kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) ini memicu memori kelam atas insiden serupa yang pernah menimpa "saudara tuanya", KM Mutiara Sentosa I.
Peristiwa kebakaran kapal itu terjadi 9 tahun silam. Catatan detikcom menunjukkan bahwa pada Jumat, 19 Mei 2017 lalu, KM Mutiara Sentosa I hangus terbakar hebat saat melayari jalur laut yang tak jauh dari lokasi musibah saat ini, yakni di Perairan Masalembo, Sumenep, Madura.
Pola mencekam yang terjadi dalam insiden KMP Mutiara Sentosa 2 hari ini memiliki kemiripan dengan tragedi KM Mutiara Sentosa I pada 2017. Kala itu kepungan asap hitam pekat dan hawa panas yang membakar dek kapal memaksa ratusan penumpang mengambil keputusan nekat: melompat ke lautan lepas demi bertahan hidup.
Dalam tragedi sembilan tahun silam, Kepala Basarnas saat itu, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengonfirmasi bahwa kepanikan massal melanda para penumpang begitu api membesar di tengah laut.
"192 yang hidup sudah meloncat ke laut karena panas. Sehingga tidak mungkin dia stay di kapal, dia masuk ke laut semua," ungkap Muhammad Syaugi dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Minggu (21/5/2017).
Suasana Mencekam itu turut diceritakan oleh para korban selamat begitu mereka berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sumantri, salah seorang penumpang selamat KM Mutiara Sentosa I, menceritakan betapa tebalnya asap yang membuat ruang napas mereka tertutup rapat sebelum akhirnya terjun ke laut.
"Ngeri saya mengingatnya. Asapnya banyak sekali, sudah enggak mampu bernapas lagi," kenang Sumantri pada Sabtu (20/5/2017) malam.
Perjuangan mempertaruhkan nyawa di tengah lautan lepas juga dialami oleh Hariyanto. Ia terombang-ambing di laut malam hari berjam-jam hanya bermodalkan baju pelampung sebelum diselamatkan kapal tunda yang melintas.
"Saya diselamatkan tugboat yang katanya mau menuju ke Paiton. Bersama saya ada 38 penumpang yang ikut diselamatkan. Saya terapung sejak melompat dari kapal sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB," tutur Hariyanto.
Tragedi KM Mutiara Sentosa I pada Mei 2017 tersebut akhirnya mencatatkan total 197 korban terevakuasi dari manifest kapal yang membawa 187 jiwa (37 ABK dan 150 penumpang), dengan total korban meninggal dunia sebanyak 5 orang.
Kini pada Minggu (2/8/2026), peristiwa memilukan itu kembali terulang pada armada KMP Mutiara Sentosa 2. Kapal Ro-Ro rute Surabaya-Makassar tersebut dilaporkan hampir terbakar habis di 19 NM utara Pulau Sapudi, Sumenep.
Sama seperti kejadian sembilan tahun lalu, para penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 juga terdesak di anjungan dan haluan kapal sebelum sebagian di antaranya nekat melompat ke laut. Data pembaruan Basarnas hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 227 penumpang berhasil dievakuasi selamat dan 5 orang dilaporkan meninggal.
Seluruh korban baik yang selamat maupun meninggal telah dievakuasi oleh 9 kapal penolong.
Berulangnya musibah kebakaran pada armada kapal penumpang di koridor perairan Madura ini kembali menjadi alarm keras dan catatan kritis bagi evaluasi standar keselamatan pelayaran serta kelaikan armada angkutan laut di Indonesia.
Simak Video "Video: Fakta-fakta Terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2"
(abq/dpe)