Perjalanan KM Mutiara Sentosa II dari Surabaya menuju Makassar berubah menjadi tragedi setelah kapal tersebut dilaporkan mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep, Madura. Kapal yang berlayar pada Minggu pagi itu membawa 232 penumpang dan 181 unit kendaraan. Menurut informasi dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), nahkoda sempat melaporkan adanya kebakaran sekitar pukul 06.00-07.00 WIB sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan pihak perusahaan.
Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Sejumlah penumpang dilaporkan bertahan di anjungan dan haluan kapal, sementara sebagian lainnya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
KM Mutiara Sentosa II merupakan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang selama ini menjadi salah satu penghubung penting jalur pelayaran Surabaya-Makassar. Lantas, seperti apa profil, spesifikasi, dan peran kapal ini dalam mendukung transportasi laut serta distribusi logistik antarpulau di Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil KM Mutiara Sentosa II
Berdasarkan data MarineTraffic, KM Mutiara Sentosa II merupakan kapal berbendera Indonesia yang dibangun pada 1992 dan masuk dalam kategori Ro-Ro/Passenger Ship.
Kapal ini memiliki identitas pelayaran berupa nomor IMO 9021382, MMSI 525022391, serta call sign YBDJ2. Sistem pelacakannya menggunakan AIS Transponder Class A, yang umum dipakai kapal-kapal komersial untuk memantau posisi dan keselamatan pelayaran.
Secara fisik, KM Mutiara Sentosa II memiliki panjang 160 meter dan lebar 25 meter. Kapal ini memiliki Gross Tonnage (GT) sebesar 9.479 dan Deadweight Tonnage (DWT) 3.850 ton, sehingga tergolong kapal berukuran besar yang mampu melayani pelayaran jarak jauh dengan membawa penumpang, kendaraan, serta muatan logistik dalam jumlah besar.
Kapal ini mulai dioperasikan ALP di lintasan Surabaya-Makassar pulang pergi sekitar dua tahun terakhir. Kehadirannya ditujukan untuk melayani kebutuhan penumpang sekaligus distribusi logistik antarpulau dengan tarif yang lebih terjangkau.
Jalur Surabaya-Makassar sendiri merupakan salah satu lintasan pelayaran strategis di Indonesia karena menghubungkan pusat distribusi di Pulau Jawa dengan berbagai daerah di Indonesia Timur. Dalam kondisi normal, perjalanan laut pada rute tersebut memakan waktu sekitar 40 jam.
Kapasitas KM Mutiara Sentosa II
Hingga saat ini, PT Atosim Lampung Pelayaran belum mempublikasikan kapasitas resmi penumpang maupun kendaraan yang dapat diangkut KM Mutiara Sentosa II.
Namun, jika mengacu pada ukuran kapal dengan Gross Tonnage (GT) 9.479, kapal Ro-Ro di kelas yang setara umumnya mampu mengangkut sekitar 400 hingga 700 penumpang dan 100 hingga 210 unit kendaraan campuran, bergantung pada konfigurasi dek kendaraan, ruang penumpang, serta komposisi muatan pada setiap pelayaran.
Karena itu, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan karakteristik kapal Ro-Ro dengan ukuran yang sebanding dan bukan kapasitas resmi KM Mutiara Sentosa II.
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II membuat perhatian publik tertuju pada salah satu kapal Ro-Ro yang selama ini rutin melayani rute Surabaya-Makassar. Dengan panjang mencapai 160 meter dan tonase hampir 9.500 GT, kapal ini merupakan bagian penting dari jaringan transportasi laut yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Indonesia Timur.
Diberitakan sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB. Kapal dengan Rute Surabaya-Makasar membawa sekitar 250 penumpang dan awak kapal
Video mengenai kebakaran kapal ini sempat beredar dari media sosial. Dalam video berdurasi 35 detik itu terlihat asap mengepul dari salah satu bagian lambung kapal. Asap bewarna hitam itu menyebar hingga ke bagian kapal lainnya.
Terlihat penumpang sudah memakai jaket penyelamat berwarna oranye. Dalam video yang terekam terlihat suasana penumpang di atas geladak kapal Mutiara Sentosa 2 yang banyak berkumpul di dek depan kapal.
