Heboh suara misterius menyerupai gemuruh air dari dalam tanah di area sawah Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, direspons oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Fenomena alam yang viral di media sosial itu kini tengah dipantau dan akan ditinjau langsung ke lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dari warga. Namun, pihaknya belum bisa melakukan langkah tindak lanjut secara langsung karena masih menunggu tim yang berkompeten.
"Secepatnya kami akan turun ke lokasi, mungkin besok (Senin). Namun kami masih melakukan koordinasi untuk langkah tindak lanjutnya," kata Arif kepada detikJatim, Minggu (2/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif mengaku pihaknya tidak bisa melakukan tindakan sendiri karena tidak memiliki tim ahli untuk melakukan penelitian. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur di Surabaya.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang fenomena alam," ujarnya.
Meski belum mengetahui secara pasti sumber suara serta potensi yang mungkin terjadi, pihak BPBD tetap meminta warga untuk waspada. Arif berharap masyarakat tidak berspekulasi sendiri demi mencari tahu sumber suara tersebut.
"Untuk sementara kami tetap mengimbau kepada masyarakat sekitar maupun yang datang ke lokasi untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri ataupun orang lain," tandasnya.
Sebelumnya, warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang dihebohkan fenomena alam berupa suara gelembung aliran air dari dalam tanah. Fenomena ini viral setelah video rekaman di lokasi menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang telah disaksikan lebih dari 500 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar itu, tampak area sawah yang sedang ditanami tembakau mengeluarkan suara nyaring mirip gelembung air dari aliran yang deras. Warga setempat pun memberi penanda berupa kayu pada titik sawah yang menjadi sumber suara tersebut.
Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunungeleh, Nasuri, membenarkan adanya fenomena itu. Ia menyampaikan bahwa suara aliran air dari dalam tanah itu terdengar cukup nyaring di salah satu titik sawah desa.
"Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Kalau tidak salah, itu terjadi di sawah pecaton desa yang kini dikelola warga," ungkap Nasuri kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Nasuri, fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama saat musim hujan. Namun kali ini fenomena tersebut justru terjadi di musim kemarau. Pihaknya pun telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk memastikan apakah fenomena tersebut berbahaya atau tidak.
"Kata warga yang mengelola lahan, fenomena suara air itu sudah lama terjadi. Kami sudah menyampaikannya ke anggota dewan dan juga pihak pemerintah," tandasnya.
(ihc/dpe)
