Ruang kelas VI SDN Konang 4, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, ambruk pada Kamis (30/7/2026). Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena para siswa telah dipulangkan lebih awal setelah guru melihat kondisi bangunan yang dinilai membahayakan.
Ruang kelas yang juga difungsikan sebagai ruang guru itu roboh hingga rata dengan tanah sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum kejadian, pihak sekolah telah mengosongkan ruangan karena melihat tanda-tanda kerusakan yang semakin parah.
Guru SDN Konang 4 Abdul Aziz mengatakan, para siswa dipulangkan sekitar pukul 09.30 WIB demi menghindari risiko apabila bangunan benar-benar ambruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 09.30 WIB siswa kami pulangkan karena khawatir mereka bermain di sekitar bangunan," kata Abdul Aziz, Jumat (31/7/2026).
Aziz menjelaskan, kerusakan bangunan sebenarnya telah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Sejak Senin (27/7/2026), atap bangunan di lokal A mulai bergeser dan material bangunan berjatuhan sehingga pihak sekolah memutuskan mengosongkan ruangan.
"Kami sudah merasakan bangunan itu tidak aman. Karena itu, kami memutuskan mengosongkan ruang kelas dan memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan," bebernya.
Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi 47 siswa SDN Konang 4 akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman dengan memanfaatkan ruang belajar sementara.
"Yang terpenting sekarang adalah keselamatan anak-anak. Kami akan tetap melaksanakan KBM di tempat yang aman," pungkasnya.
Aziz menambahkan, SDN Konang 4 memiliki enam ruang kelas yang terbagi dalam dua bangunan. Lokal A digunakan untuk kelas I, II, dan VI, sedangkan lokal B digunakan untuk kelas III, IV, dan V.
Ia juga mengaku khawatir kondisi bangunan lokal B mengalami kerusakan serupa sehingga membutuhkan perhatian segera.
Disdik Tinjau Lokasi
Ambruknya ruang kelas SDN Konang 4 langsung mendapat respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan Ali Yusri mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Bangkalan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Hari ini kami melakukan survei langsung ke SDN Konang 4. Setelah menerima informasi kemarin siang, kami segera melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Bangkalan," kata Ali.
Ali menjelaskan, SDN Konang 4 sebenarnya telah diusulkan mengikuti program revitalisasi sejak Juni 2026 melalui proposal yang ditandatangani Bupati Bangkalan. Namun, sekolah tersebut belum masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi tahap pertama.
"Sebenarnya, Pada tahap pertama bulan Juli kemarin, Kabupaten Bangkalan mendapat program revitalisasi untuk 40 SD. Namun SDN Konang 4 belum terakomodasi," ujarnya.
Menurut Ali, sekitar dua pekan sebelum bangunan ambruk, kepala sekolah telah melaporkan perkembangan kerusakan gedung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pendidikan telah menginstruksikan agar ruang kelas itu tidak lagi digunakan.
"Saya sudah menginstruksikan kepada kepala sekolah agar siswa tidak menempati kelas tersebut dan segera mencari tempat alternatif untuk proses pembelajaran," ungkapnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Muspika dan pemerintah desa untuk menyiapkan lokasi sementara bagi kegiatan belajar mengajar hingga proses pembangunan kembali sekolah dapat dilakukan.
"Alhamdulillah, pihak kementerian memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Kami berharap pada tahap kedua program revitalisasi yang direncanakan pada Agustus 2026, SDN Konang 4 bisa masuk dalam daftar penerima bantuan sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan," tandasnya.
