Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur terus mematangkan perencanaan teknis operasional Bus Trans Jatim di wilayah Kabupaten Malang. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran transportasi massal tersebut mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal, sekaligus meminimalisasi dampak kemacetan di koridor Malang Raya.
Sebagai langkah konkret, Dishub Jatim telah merancang dan mensurvei 40 titik henti atau halte yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.
Penentuan puluhan titik halte tersebut didasarkan pada pemetaan potensi bangkitan penumpang, khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk dan pusat aktivitas warga yang selama ini membutuhkan akses angkutan umum yang andal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna menjamin ketepatan waktu perjalanan serta meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa, opsi pemanfaatan jalur bebas hambatan seperti Tol Malang-Kepanjen juga masuk dalam skema kajian utama.
Penggunaan rute tol dinilai efektif untuk mengurai titik-titik kepadatan lalu lintas di jalan arteri, sekaligus memangkas waktu tempuh menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat maupun terminal utama.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro menjelaskan, pematangan teknis di lapangan terus berjalan seiring dengan pengkajian dampak sosial ekonomi bagi daerah.
Menurut Cito, keberadaan armada Trans Jatim dirancang untuk memberikan efisiensi biaya transportasi bagi publik.
"Untuk wilayah Kabupaten Malang, sebanyak 40 titik henti telah disurvei berdasarkan potensi bangkitan penumpang di area pemukiman padat. Salah satu opsi rute yang turut dikaji adalah pemanfaatan jalur bebas hambatan atau jalan tol guna menjamin ketepatan waktu serta kenyamanan pengguna jasa transportasi," ujar Cito Eko Yuly Saputro saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Cito menambahkan bahwa keberhasilan skema rute bebas hambatan ini sudah teruji pada koridor-koridor Trans Jatim sebelumnya.
Kehadiran rute melintasi tol terbukti ampuh mengurai simpul kemacetan dan menyambungkan akses vital antarwilayah, termasuk keterhubungan menuju Terminal Arjosari secara lebih efisien.
"Zaman sekarang, penumpang itu butuh ketepatan dan kecepatan waktu. Karena di tol itu memang jalan bebas hambatan, ketepatan dan kecepatannya itu memang terjamin.Selain bisa mengurangi kemacetan," pungkasnya.
