Pemprov Jatim Serius Tangani Kasus HIV

Pemprov Jatim Serius Tangani Kasus HIV

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 27 Jul 2026 22:20 WIB
Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV (Foto: iStock)
Surabaya -

Baru-baru ini beredar video yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS. Informasi tersebut bahkan menyebut mayoritas kasus didominasi kalangan pelajar sehingga menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.

Belakangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo pun memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa angka yang beredar tidak sesuai dengan data resmi. Perbedaan metode pencatatan antara Dinkes dan Yayasan Delta Crisis Center (DCC) juga menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan angka yang beredar di publik.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan Pemprov Jatim akan mencari akar permasalahan naiknya angka kasus HIV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah peristiwa atau fenomena yang terjadi di tengah masyarakat kita dan penyebabnya beragam. Bagaimana seseorang bisa terinfeksi HIV juga berbeda-beda. Ada yang tentunya karena pergaulan yang salah, ada juga yang melalui penggunaan narkoba yang selama ini menjadi kekhawatiran," kata Emil di Surabaya, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

"Semua ini harus kita cermati akar permasalahannya, sekaligus bagaimana kita menyikapi mereka yang sudah terlanjur mengidap HIV. Mereka tentu memerlukan perlakuan dan pelayanan kesehatan yang semestinya agar bisa menangani kondisi yang mereka alami," tambahnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut kasus HIV harus dilihat dari akar persoalannya. Apakah karena pergaulan bebas seksual atau karena narkoba.

"Karena persoalannya cukup kompleks, diperlukan langkah-langkah baru yang dapat memitigasi permasalahan ini. Untuk generasi muda, misalnya, kita bisa merintis berbagai upaya baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Anak-anak berada di sekolah dari Senin sampai Jumat, dari pagi hingga siang atau sore hari," bebernya.

bbb

"Di luar waktu itu, keluarga juga perlu menjadi mitra dalam menjaga anak-anak muda kita dari pergaulan yang salah. Namun perlu diingat, itu hanya satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kasus HIV. Saya tidak ingin berbicara secara prematur sebelum ada langkah-langkah konkret tambahan yang benar-benar bisa memperkuat upaya penanganan masalah ini," lanjutnya.

Untuk kasus HIV di Sidoarjo, Emil memastikan Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan akan terus memantau perkembangan.

"Sebenarnya bukan hanya Sidoarjo. Kami memperhatikan seluruh jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular. Semua memiliki sistem monitoring masing-masing, termasuk HIV. Jadi kasus di Sidoarjo ini bukan sesuatu yang baru dibahas, melainkan kelanjutan dari koordinasi yang selama ini sudah berjalan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo. Hanya saja, kali ini datanya terbuka ke publik dan menjadi angka yang dianggap mengejutkan," jelasnya.

"Padahal sejak awal kami sudah memberikan peringatan bahwa HIV bukan penyakit yang bisa dianggap remeh dari sisi tingkat penyebarannya. Karena itu, mudah-mudahan momentum ini dapat mendorong langkah-langkah yang lebih kuat untuk mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit tersebut," tandasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads