5 Fakta Sebenarnya soal Viral 522 Pelajar Sidoarjo Terpapar HIV

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS.(Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Sidoarjo -

Video yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV/AIDS ramai beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat. Informasi tersebut bahkan menyebut mayoritas kasus didominasi kalangan pelajar sehingga menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo pun memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa angka yang beredar tidak sesuai dengan data resmi. Perbedaan metode pencatatan antara Dinkes dan Yayasan Delta Crisis Center (DCC) juga menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan angka yang beredar di publik.

Berikut sederet faktanya:

1. Dinkes Bantah Klaim 522 Pelajar Terpapar HIV

Dinkes Kabupaten Sidoarjo menegaskan informasi yang menyebut 522 pelajar terpapar HIV tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki pemerintah daerah. Berdasarkan pencatatan kumulatif sejak 2001 hingga 2026, jumlah kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun tercatat jauh lebih rendah dibandingkan angka yang viral.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina menjelaskan, dari total kasus tersebut, sebagian di antaranya telah meninggal dunia sehingga jumlah anak usia pelajar yang masih hidup dengan HIV lebih sedikit.

"Dari 60 kasus itu, sebanyak 7 anak telah meninggal. Sehingga saat ini terdapat 53 anak usia pelajar yang masih teridentifikasi hidup dengan HIV," kata Lakhsmie kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

2. Angka 53 Akumulasi selama 25 Tahun

Lakhsmie menegaskan angka 53 bukan merupakan jumlah kasus baru yang muncul dalam satu tahun, melainkan akumulasi kasus yang tercatat selama kurun waktu sekitar 25 tahun. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan keliru dari informasi yang beredar di media sosial.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang menganggap seluruh angka itu merupakan kasus baru. Menurut Dinkes, konteks waktu pencatatan menjadi hal penting agar data tidak disalahartikan.



Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork