Awas! Angin Gending Landa Probolinggo, Kecepatan Capai 45 Km/Jam

Awas! Angin Gending Landa Probolinggo, Kecepatan Capai 45 Km/Jam

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 22 Jul 2026 18:15 WIB
Angin gending di Probolinggo
Angin gending di Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Fenomena angin gending melanda wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo sejak awal Juli 2026. Angin khas yang terjadi setiap musim kemarau ini bertiup kencang dari kawasan pegunungan menuju pesisir, membawa debu yang berpotensi memicu gangguan kesehatan hingga meningkatkan risiko kebakaran.

Dari pantauan di sejumlah wilayah, embusan angin gending menyebabkan daun-daun pepohonan berguguran dan debu beterbangan di sepanjang jalan. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, angin gending merupakan fenomena tahunan yang dipengaruhi perbedaan tekanan udara antara Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin dan Benua Asia yang lebih panas. Angin kemudian mengalir dari kawasan Pegunungan Argopuro menuju wilayah pesisir Probolinggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecepatan angin di wilayah pegunungan bisa mencapai sekitar 45 kilometer per jam. Angin ini membawa banyak debu sehingga masyarakat diimbau selalu berhati-hati selama musim angin gending berlangsung hingga September," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Oemar, dampak yang paling sering dirasakan masyarakat adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi tenggorokan, dehidrasi, sakit kepala, hingga gangguan kulit akibat cuaca panas dan kering.

"Karena itu, masyarakat diminta selalu menggunakan masker, baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar rumah, untuk mengurangi paparan debu yang terbawa angin" kata Oemar.

Selain risiko kesehatan, angin gending juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga memicu kebakaran lahan maupun permukiman akibat kondisi yang sangat kering.

BPBD juga mengimbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar saat angin bertiup kencang serta memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan kuat dan aman.

Untuk menjaga kesehatan selama musim angin gending, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, menggunakan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengoleskan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

BPBD Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama fenomena angin gending berlangsung agar risiko gangguan kesehatan maupun bencana dapat diminimalkan.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads