Demo Ratusan Sopir Angkot Protes Halte Bus Trans Jatim di Medaeng

Demo Ratusan Sopir Angkot Protes Halte Bus Trans Jatim di Medaeng

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 22 Jul 2026 12:03 WIB
Demo ratusan sopir angkot protes halte Bus Trans Jatim di Medaeng
Demo ratusan sopir angkot protes halte Bus Trans Jatim di Medaeng/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Ratusan sopir angkot atau lyn dari Sidoarjo menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade Jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya, Rabu (22/7/2026). Mereka kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur untuk memprotes keberadaan halte Bus Trans Jatim di Medaeng.

Pantauan detikJatim, massa mulai berkumpul sekitar pukul 11.15 WIB. Mereka datang menggunakan angkot masing-masing yang diparkir di depan Kantor Dishub Jatim.

Sebelum tiba di lokasi aksi, massa sempat memblokade Jalan Frontage Ahmad Yani dan berhenti di depan Mal CITO dengan pengawalan petugas Satlantas Polrestabes Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di kawasan Frontage Ahmad Yani hingga depan Kantor Dishub Jatim mengalami perlambatan. Sebagian besar bahu jalan dipenuhi angkot milik peserta aksi sehingga kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan. Selama aksi berlangsung, arus lalu lintas dari frontage juga sempat dialihkan ke jalur utama.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi itu, para sopir angkot menuntut agar halte Bus Trans Jatim di Medaeng tidak lagi digunakan. Mereka menilai keberadaan halte tersebut membuat jumlah penumpang angkot terus menurun.

"Kami minta halte Medaeng untuk tidak dipakai," teriak massa.

Salah satu koordinator aksi, Muhammad Supriadi mengatakan, ratusan sopir angkot turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan tersebut. Menurutnya, kebijakan pengoperasian halte di Medaeng berdampak besar terhadap pendapatan sopir angkot.

"Kita menuntut kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan nasib kami. Tuntutan kami adalah transit Medaeng, supaya transit tersebut dikhususkan untuk koridor II bukan untuk koridor I dan V, ini membuat pendapatan kami turun 80 persen," katanya, Rabu (22/7/2026).

"Setiap hari kami pulang hanya membawa cekcok, bertengkar dengan para sopir di jalan, bertengkar dengan anak istri di rumah karena tak membawa uang," imbuhnya.

Usai menyampaikan aspirasi di depan Kantor Dishub Jatim, massa tetap bertahan sambil menunggu tanggapan dari pihak terkait mengenai tuntutan mereka.



(faa/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads