Rangkaian Kegiatan Hari Anak Nasional 2026 Resmi Pemerintah

Rangkaian Kegiatan Hari Anak Nasional 2026 Resmi Pemerintah

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 22 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi kegiatan dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 2026.
Ilustrasi kegiatan dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 2026. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 diperingati pada 23 Juli 2026 dengan mengusung berbagai kegiatan yang melibatkan anak sebagai peserta sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berperan aktif.

Berdasarkan Panduan Hari Anak Nasional 2026 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas dapat menyelenggarakan peringatan HAN di wilayah masing-masing.

Peringatan ini tidak hanya berlangsung pada hari puncak, tetapi juga diisi beragam program sepanjang Juli. Rangkaian kegiatan tersebut bersifat fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian Kegiatan Hari Anak Nasional 2026

Puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dilaksanakan pada 23 Juli 2026. Namun, perayaan dapat diselenggarakan sebelum maupun sesudah tanggal tersebut dengan tetap mengedepankan partisipasi anak. Berikut rangkaian kegiatan resmi Hari Anak Nasional 2026.

ADVERTISEMENT

1. Deklarasi Gerakan Nasional #RANA

Peringatan HAN 2026 diawali dengan Deklarasi Gerakan Nasional #RANA sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada anak.

Gerakan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemenuhan hak anak, perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, serta peningkatan kapasitas anak sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

2. Kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN)

BERLIAN merupakan kampanye yang berlangsung sepanjang Juli untuk menjaga semangat perlindungan anak secara berkelanjutan.

Program ini mengajak kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, media, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

3. Jelajah SAPA

Jelajah SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) merupakan kegiatan yang menyasar Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK).

Pelaksanaannya dilakukan di berbagai lokasi, seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), sekolah pemulung, panti asuhan, dan tempat lain yang membutuhkan layanan perlindungan anak.

Tujuannya meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus memperluas edukasi mengenai hak-hak anak.

4. Lomba Video Kreatif Anak

Kompetisi nasional ini memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, maupun aspirasi melalui video kreatif.

Tema yang diangkat mencakup perlindungan anak, literasi digital, kesehatan mental, inklusi, hingga isu-isu lain yang relevan dengan kehidupan anak Indonesia.

5. Gerak Bersama Anak Indonesia

Program ini menjadi kampanye yang melibatkan anak, keluarga, pemerintah, media, dunia usaha, dan komunitas. Berikut beberapa kegiatan yang direncanakan.

  • Fun Walk Edukatif
  • Panggung Inspirasi Perlindungan Anak
  • Family Learning Corner
  • Zona Edukasi Interaktif

Seluruh kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

6. Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN)

Lokakarya FAN bertujuan meningkatkan kapasitas anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pembangunan.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga mencakup webinar edukatif serta penyusunan Suara Anak Indonesia.

Lokakarya memperkuat kemampuan anak dalam melindungi diri dari kekerasan, diskriminasi, maupun intimidasi sehingga partisipasinya tetap aman dan bermakna.

7. Anak-anak Goes to Istana Bogor atau Kantor Pemerintah

Melalui program ini, anak-anak diajak mengenal lingkungan pemerintahan secara langsung. Selain berkunjung ke Istana Bogor, pemda dapat menyelenggarakan kunjungan edukatif ke kantor pemerintahan daerah agar anak memahami sejarah, kepemimpinan, serta pentingnya keterlibatan mereka dalam pembangunan bangsa.

8. Program Kids Take Over (Satu Hari Saya Menjadi...)

Kids Take Over memberikan kesempatan kepada anak merasakan pengalaman menjalankan profesi atau jabatan tertentu selama satu hari.

Anak dapat mencoba menjadi menteri, kepala daerah, dokter, guru, polisi, hakim, penyiar, maupun profesi lainnya.

Program ini juga membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait berbagai isu yang mereka hadapi.

9. Main Raya Anak Nusantara

Main Raya Anak Nusantara menghadirkan ruang bermain bersama melalui berbagai permainan tradisional dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali budaya bangsa, mempererat interaksi sosial, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap warisan budaya Indonesia.

10. Festival Budaya Anak

Festival Budaya Anak diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Indonesia melalui berbagai kegiatan edukatif dan berbasis budaya. Rangkaian acaranya meliputi sebagai berikut.

  • Pentas Musik Kolintang Orang Tua dan Anak
  • Pertunjukan Tari Tradisi Anak
  • Dolanan Anak Nusantara
  • Sarasehan Budaya
  • Olahraga Alam
  • Layanan Konsultasi Psikologi Anak

Festival ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan anak, keluarga, dan masyarakat sekaligus memperkuat karakter, kecintaan terhadap budaya, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads