14 Permainan Tradisional Jatim untuk Merayakan Hari Anak Nasional 2026

14 Permainan Tradisional Jatim untuk Merayakan Hari Anak Nasional 2026

Mira Rachmalia - detikJatim
Senin, 20 Jul 2026 19:00 WIB
Sejumlah anak bersama pendamping bermain pada kegiatan bertajuk Liburan Sehat Ceria Tanpa Handphone di Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas menggelar kegiatan yang diisi dengan permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dan gobag sodor, serta kegiatan mewarnai topeng, guna mengurangi paparan gawai pada anak selama masa libur sekolah, sekaligus mengenalkan budaya Nusantara, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat interaksi sosial. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye
Ilustrasi anak-anak bermain. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Surabaya -

Hari Anak Nasional (HAN) kembali diperingati pada 23 Juli 2026. Berdasarkan Pedoman Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), peringatan tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".

Salah satu cara sederhana namun bermakna untuk merayakan Hari Anak Nasional adalah mengajak anak bermain permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan ini dapat melatih kerja sama, sportivitas, kreativitas, dan kemampuan motorik anak.

Di sisi lain, permainan tradisional juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya lokal yang mulai tergeser oleh permainan digital. Berikut sejumlah permainan tradisional khas Jawa Timur yang masih seru dimainkan bersama keluarga, teman, maupun di lingkungan sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekomendasi Permainan Tradisional Jatim

Perayaan Hari Anak Nasional tidak selalu harus diisi dengan kegiatan seremonial. Aktivitas sederhana seperti bermain bersama justru dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, mempererat hubungan antarteman maupun keluarga, sekaligus mendorong anak lebih aktif bergerak.

Di tengah semakin dominannya penggunaan gawai sejak usia dini, permainan tradisional menghadirkan pengalaman bermain yang melibatkan komunikasi langsung, kerja sama tim, penyelesaian masalah, hingga kemampuan mengelola emosi ketika menang maupun kalah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya menghibur, permainan-permainan ini juga menjadi bagian dari identitas budaya yang patut dikenalkan kepada generasi muda. Sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mengisi Hari Anak Nasional dengan aktivitas edukatif, berikut beberapa permainan tradisional khas Jawa Timur yang dapat dimainkan bersama.

1. Jamuran

Jamuran merupakan permainan tradisional yang cukup populer di Jawa Timur dan biasanya dimainkan oleh empat hingga dua belas anak di halaman rumah atau lapangan terbuka. Permainan diawali dengan menentukan seorang "pancer" melalui gambreng.

Anak-anak kemudian membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu "Jamuran". Setelah lagu selesai, pancer menyebutkan jenis jamur tertentu dan pemain lain harus memperagakan bentuknya. Siapa yang tertawa ketika digelitik pancer akan bergantian menjadi pancer berikutnya.

2. Lompat Karet

Permainan ini menggunakan tali yang dirangkai dari karet gelang. Ketinggian tali akan terus bertambah setiap ronde sehingga menuntut kelincahan dan koordinasi tubuh pemain.

3. Nekeran atau Gundu

Nekeran dimainkan menggunakan kelereng. Tujuan permainan adalah menyentil kelereng hingga mengeluarkan kelereng lawan dari lingkaran. Pemain yang berhasil mengumpulkan kelereng terbanyak menjadi pemenang.

4. Patil Lele

Patil Lele atau gatrik dimainkan menggunakan dua batang kayu dengan ukuran berbeda. Permainan ini mengandalkan ketepatan memukul, strategi, dan koordinasi gerak.

5. Bentengan

Ilustrasi permainan tradisional khas Jawa Barat, Bentengan.Ilustrasi permainan tradisional, Bentengan. (Foto: Istimewa)

Bentengan merupakan permainan beregu yang mengombinasikan strategi menyerang, bertahan, dan menyelamatkan anggota tim. Setiap kelompok harus menjaga bentengnya sekaligus berusaha menyentuh benteng lawan.

6. Enklek atau Angkle

Enklek dimainkan dengan melompat menggunakan satu kaki pada kotak-kotak yang digambar di tanah. Permainan sederhana ini mampu melatih keseimbangan serta konsentrasi anak.

7. Gobak Sodor

Peserta unjuk gigi dalam Festival Gobag Sodor 2025 di Lapangan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo, Jumat (12/12/2025).Permainan Gobag Sodor (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja)

Gobak Sodor menjadi salah satu permainan beregu yang paling populer. Pemain harus melewati garis pertahanan lawan tanpa tersentuh sehingga membutuhkan kecepatan, komunikasi, dan kerja sama tim.

8. Congklak atau Dakon

Permainan Anak Tradisional congklakPermainan Anak Tradisional congklak (Foto: Getty Images/iStockphoto/sutan abraham)

Congklak dimainkan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian. Permainan ini mengajarkan anak berhitung, menyusun strategi, dan berpikir beberapa langkah ke depan.

9. Ongsrotan

Permainan khas Gresik ini telah dikenal sejak era 1960-an. Pemain melempar pecahan genteng atau ubin ke dalam kotak yang digambar di tanah sehingga membutuhkan ketelitian dan akurasi.

10. Egrang

Sejumlah anak bermain egrang di Dusun Kuliner, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026). Permainan tradisional tersebut sebagai salah satu kegiatan positif bagi anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). ANTARA FOTO/Prasetia FauzaniSejumlah anak bermain egrang di Dusun Kuliner, Kota Batu, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Egrang menggunakan dua batang bambu sebagai alat berjalan. Untuk mencapai garis akhir tanpa terjatuh, pemain harus menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh.

11. Cublak-Cublak Suweng

Permainan ini dipadukan dengan lagu tradisional Jawa. Seorang pemain menebak siapa yang menyimpan kerikil atau biji kecil setelah berpindah dari tangan ke tangan pemain lain.

12. Bekelan

Bekelan dimainkan menggunakan bola karet dan biji bekel. Permainan ini melatih koordinasi tangan, kecepatan refleks, sekaligus konsentrasi.

13. Ular Naga

Anak-anak bermain ular naga di Sanggar Sandalwood, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. Permainan ini dikenal juga dengan nama silom-silom.Anak-anak bermain ular naga di Sanggar Sandalwood, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. (Foto: Andhika Prasetia)

Permainan kelompok ini diawali dengan dua anak membentuk "gerbang", sementara peserta lain berjalan melewatinya sambil bernyanyi. Setelah seluruh pemain tertangkap dan membentuk dua kelompok, permainan berlanjut menjadi adu strategi mempertahankan ekor masing-masing.

14. Kotak Pos

Kotak Pos dimainkan secara berkelompok sambil menyanyikan lagu tertentu. Setelah lagu berhenti, pemain akan memilih identitas seperti nama buah atau hewan. Pengejar harus mengingat nama tersebut ketika menangkap pemain lain sehingga permainan ini turut melatih daya ingat.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads